Tampilkan postingan dengan label wasit fifa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wasit fifa. Tampilkan semua postingan

20 Oktober 2010

Wasit Voli Indonesia Harus Lebih Di Tingkatkan Lagi Kualitasnya

Pengprop PBVSI Bali mengaku tertantang menyukseskan gelaran Liga Voli Indonesia (Livoli) yang berlangsung di GOR Purna Krida Kerobokan Badung, Desember mendatang.

Ketua Umum Pengprop PBVSI Bali – Ketut Sudikerta menyatakan, selaku tuan rumah konsentrasi terpecah, mempersiapkan kepanitiaan dan tim. Namun demikian hal itu bukan menjadi permasalahan yang prinsip, sebaliknya menjadi tugas PBVSI Bali menjadikan mandat itu diwujudkan sebagai bentuk keberhasilan. Sudikerta mengatakan hal lain yang patut dipikirkan menyangkut kelayakan wasit voli / juri yang memimpin pertandingan nanti.

Tugas-tugas kepanitiaan kata Sudikerta sudah diplot dan masing-masing memiliki tanggung jawab tersendiri, termasuk masalah wasit/juri, selain memanfaatkan potensi lokal, PBVSI Bali juga meminta kepada Pengurus Pusat untuk menentukan wasit/juri yang memimpin nanti. Hal itu menurut Sudikerta supaya jalannya pertandingan berlangsung se-obyektivitas mungkin. Terkait dengan persiapan tim Bali, tinggal memantapkan program try out. Dijelaskan, menyangkut materi pemain masih stock lama, tapi masih bisa diharapkan prestasinya. Rudy Tirtana dan kawan-kawan ,kata Ketut Sudikerta, semakin matang dalam menggalan kerja sama dan tim Bali selalu diperhitungkan lawan

Sumber - rri-dps.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

19 Oktober 2010

Membangun Kualitas Sepak Bola Indonesia

Saat ini Timnas sedang seret prestasi. Jarang sekali prestasi bergengsi yang dapat kita raih. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir kita malah mengalami hal memalukan. Sempat tampil bagus pada Piala Asia, namun itu hanya prestasi sesaat.

Beberapa pertandingan sempat menampar wajah kita. Kalah dari negeri yang baru berusia satu dekade lebih sedikit, Timor Leste, dan dibantai 7-1 oleh Uruguay di kandang sendiri.

Lalu apa penyebabnya?

Kalau dipikir-pikir bukan hal yang susah untuk mengumpulkan 11 laki-laki muda dari 80 juta laki-laki dewasa di Indonesia. Namun bukan itu masalahnya. Banyak pihak yang menyalahkan PSSI. Terutama karena sampai saat ini lembaga ini masih diketuai orang yang jelas-jelas bermasalah, yaitu Nurdin Chalid. Bahkan kita sudah sempat mendapat kecaman FIFA.

Yang tidak kalah penting adalah perbaikan perangat pertandingan. Saat ini hanya ada 5 wasit sepak bola dari Indonesia yang memiliki sertifikat FIFA. Jumlah yang sangat sedikit untuk kompetisi sebesar Liga Indonesia. Masalah keamanan tak lepas dari sorotan. Mengingta tingkat bentrok antar supporter di Indonesia cukup tinggi, penigkatan fasilitas keamanan juga harus ditingkatkan.

Memang, untuk memperbaiki situasi sepakbola di negeri ini tidak semudah membalik telapak tangan. Perbaikan itu bukan hal yang instan. Butuh jangka waktu yang panjang dan peran dari semua elemen. PT Liga Indonesia sebagai eksekutor utama dan peran masyarakat sebagai pengawas kebijakan rencana pencapaian prestasi Indonesia. Mari kita melangkah bersama untuk meningkatkan prestasi negeri ini. Maju terus sepak bola Indonesia

Sumber - news.okezone.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

PSSI Gaji 20 Wasit Tetap

PSSI akan memilih 20 wasit profesi dan akan membayar mereka dengan gaji bulanan secara tetap. Rencana ini sedang dalam pematangan., Hal itu disampaikan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid

Nurdin memaparkan "Blue Print PSSI 2020", yang secara garis besar menargetkan sepak bola Indonesia bisa mendunia pada 10 tahun mendatang. Dengan demikian, target menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 dapat terpenuhi.

Nurdin menambahkan, dilihat dari sisi industri, sepak bola tanah air mengalami kemajuan. Hal ini dapat dilihat dari sisi pendapatan sang pengadil pertandingan. "Tahun 2003, honor wasit hanya Rp 500.000. Sekarang honornya Rp 7,5 juta sekali tanding. Nilai pemain antara Rp 25 juta sampai Rp 1,5 miliar," ujar Nurdin.

Khusus mengenai wasit, PSSI akan menyeleksi 20 wasit bertaraf internasional. Ini bertujuan agar wasit Indonesia memiliki kualitas dan standar tinggi. "Target kita ada 20 petugas wasit PSSI dengan honor tetap. Sekarang sedang dalam diskusi angkanya (gaji). Mereka akan bertugas empat kali dalam sebulan, jadi sebulan bisa Rp 30 juta lebih," ungkap Nurdin.Dalam Kongres Tahunan PSSI di Bandung, 15-16 Januari lalu, PSSI mengungkapkan adanya praktik mafia perwasitan dalam persepakbolaan Indonesia. PSSI kini akan membentuk tim investigasi untuk mengatasi masalah ini.

Sumber – kompas

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Inilah Wasit Futsal Pertama Di Kaltim

Kebayakan wasit futsal adalah kaum pria. Namun, bagaimana jika pertandingan futsal nantinya dipimpin oleh wasit wanita. Itulah yang akan disandang Rizky Nurul Khotimah satu-satunya perserta wanita dalam pelatihan wasit futsal di kota Tarakan.Rizky Nurul Khotimah digadang-gadang akan menjadi wasit wanita futsal pertama di Kaltim Borneo. Bahkan jika lulus pelatihan Rizky akan menjadi satu-satunya wasit futsal wanita di Kalimantan. Rizky yang kini baru berusia 15 tahun, nekat mengikuti pelatihan wasit futsal kendati tidak tertarik dengan futsal maupun sepak bola.

Namun, siswa SMA Negeri 3 ini mengaku tertarik menjadi wasit karena senang melihat ayahnya yang juga seorang wasit sering berangkat keluar derah untuk memimpin pertandingan sepak bola. Anak dari pasangan Cipto dan Sri Nardiati ini juga tertarik dengan ketegasan seorang wasit saat memimpin pertandingan di lapangan. Menanggapi seringnya terjadi perkelahian di lapangan, gadis yang ini tidak merasa takut. Sebab, jika memimpin pertandingan dengan benar wasit tidak akan menjadi sasaran.

Sementara, Sekretaris pengurus PSSI provinsi Kaltim Borneo Selamet Bardianto, menyambut baik kehadiran wasit wanita tersebut. Apalagi, saat ini Indonesia baru memiliki 3 wasit wanita. Adanya pelatihan ini diharapkan menjadi cikal bakal lahirnya wasit wanita lainnya di Kalimantan Timur. Sehingga tidak akan timbul kesulitan mencari wasit jika nantinya ada pertandingan sepak bola maupun futsal wanita.

Sumber – ardiz.blogspot.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Wasit Basket Kerjar Lisensi B2

Untuk meningkatkan mutu organisasi dan tenaga keolahragaan program sebanyak 30 wasit basket se-Sumsel mengikuti pelatihan wasit berlisensi B2 di Hotel Carissima, Senin .

Acara dibuka Kadispora Sumsel Musni Wijaya diwakili Kabid Prestasi dan Iptek Olahraga Dispora Sumsel H Akhmad Yusuf W.

Dijelaskan, pelatihan ini penting mengingat perkembangan olahraga bola basket belakangan ini.

Seperti diketahui, olahraga ini lebih menonjolkan sisi sportainment. Apabila tidak diawasi maka dikhawatirkan akan menafikan prestasi.Jangan sampai mental wasit berubah sehingga dapat merugikan pembinaan. Bila demikian maka olahraga ini akan ingkar prestasi. Untuk itu, kemampuan wasit harus dievaluasi berdasarkan diktum klinik yang interaktif,”kata Akhmad Yusuf.

Sementara ketua panitia Hj Fahmiyani melaporkan pelatihan berlangsung selama lima hari sampai dengan 21 Oktober. Metode latihan meliputi paparan, teori, dan praktik. Pemberi materi pelatihan adalah Rendra Lesmana SPd dari PB Perbasi dan Firmansyah dari Pengprov Perbasi Sumsel

Sumber - sripoku.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Cerminan Wasit Ala Indonesia

“Apakah Wasit Indonesia Sudah Bebas Suap?“. 77% (tujuh puluh tujuh persen) pembaca bicarabola (dot) com yang berpartisipasi menganggap bahwa wasit bola diIndonesia belum bebas suap, sebuah angka yang menunjukkan minimnya kepercayaan pembaca bicarabola (dot) com terhadap independensi dan netralitas wasit Indonesia.

Hanya 10 % (sepuluh persen) partisipan yang menganggap wasit Indonesia sudah bebas dari suap, sisanya (13 %) mengatakan tidak tahu apakah wasit Indonesia sudah bebas suap atau belum. Polling ini memang tidak dapat dianggap merepresentasikan kenyataan yang ada, namun diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi bagi komisi wasit untuk menjadikan kinerja wasit Indonesia menjadi lebih baik.

Kelemahan Wasit Indonesia

Suap memang sulit untuk dibuktikan apabila tidak tertangkap tangan. Apalagi pemberiannya dalam bentuk cash atau uang tunai, sehingga rekam jejaknya sulit dicari. Namun besar harapan masyarakat Indonesia untuk menonton pertandingan sepakbola yang bersih dari kasus-kasus suap, apalagi klub dan wasit sudah mendeklarasikan diri untuk menolak segala jenis praktek suap.

banyak kemajuan dalam netralitas wasit yang memimpin liga di Indonesia. Namun bukan berarti bahwa kinerja wasit sudah dapat dinilai sangat bagus. Kelemahan wasit Indonesia adalah lemahnya dan kekurangtegasan dalam menerapkan aturan pada saat memimpin pertandingan. Padahal tentunya wasit sudah dibekali pengetahuan tentang rule of the game dari permainan sepakbola.

Yang paling sering terjadi adalah pemahaman advantage (keuntungan) terhadap pelanggaran yang terjadi. Pemahaman saya dalam aturan yang berlaku saat ini adalah bahwa ketika pelanggaran terjadi, namun bola menguntungkan tim yang dilanggar dan tidak ada cedera serius, maka permainan tetap diteruskan tanpa harus meniup peluit pelanggaran.

Semoga saja ada evaluasi terhadap setiap pertandingan sehingga pada pertandingan selanjutnya kesalahan-kesalahan wasit menjadi lebih minimal lagi.

Sumber - bicarabola.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Indonesia Kekurangan Wasit Bulutangkis Kelas Dunia

Ketua Bidang Turnamen dan Perwasitan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Mimi Irawan, mengatakan Indonesia sangat kekurangan wasit profesional untuk memimpin pertandingan berskala internasional.

"Kami memang berhasil meregenarasi wasit, tapi untuk yang bersertifikat internasional masih paceklik," kata Mimi Irawan kepada ANTARA News disela persiapan kejuaraan Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis (Sirnas) di Pekanbaru, Senin.

Menurut data PBSI, lanjut Mimi, jumlah wasit yang memiliki sertifikasi A dan B untuk tingkat nasional mencapai 250 orang. Dengan itu, mereka bisa memimpin pertandingan bulutangkis bertaraf nasional di Indonesia.Namun, dari jumlah itu hanya 16 wasit yang sudah mengantongi sertifikat dari BAC (Badminton Asia Confederation) untuk memimpin pertandingan di tingkat Asia. Bahkan, hanya ada empat wasit di Indonesia yang sudah mengantongi sertifikat BWF (Badminton World Federation).

Menurut dia, wasit bulutangkis lokal sebenanrya secara kualitas sudah bisa bersaing dengan wasit mancanegara. Namun, salah satu kendala krusial untuk mendapatkan sertifikat adalah akibat banyak wasit Indonesia belum mahir berbahasa Inggris.

"Iya, kendala adalah di masalah penguasaan bahasa inggris," ujarnya."Menjadi wasit itu berasal dari hobi dan kecintaan terhadap bulutangkis. Dengan mengantongi sertifikat internasional, menjadi wasit bisa menjadi profesi yang menjanjikan," katanya

Sumber - antaranews.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis