Tampilkan postingan dengan label rumput futsal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumput futsal. Tampilkan semua postingan

14 Juni 2010

Memelihara Rumput Sintetis Sendiri

Memelihara Lapangan Futsal

Upaya – upaya yang bisa dilakukan untuk merawat lapangan futsal adalah:

1. Mengecek Rumput Futsal tiap minggu.

Biasanya tempat yang sering lepas adalah sisi-sisi pada garis lapangan. Itu disebabkan banyak hal, bisa saja terjadi karena kelalaian pemasang Lapangan Futsal pada saat memasang untuk itu sangat perlu dilakukan, bisa juga karena gesekan dari sepatu pemain dan bisa juga dari keringat pemain yg jatuh sehingga menyebabkan lem lepas.

2. Mengecek jaring setiap minggu

Biasanya pemain suka menyandarkan tubuhnya pada jaring-jaring disisi lapangan, ada kemungkinan karena terdorong dan juga ada juga karena unsur kesengajaan karena kecapaian.

Antisipasi yang bisa dilakukan adalah :

1. Menyemprot Rumput Futsal agar tahan lebih lama (bahannya dapat dicari di google) dalam Pemeliharaan Sarana Olahraga Futsal

2. Membuat himbauan kepada pemain

Contohnya :

- Dilarang meludah dilapangan (disamping merusak lapangan dapat juga mencemari lingkungan).

- Wajib memakai sepatu karet/futsal (efek yang ditimbulkan jika tidak memakai sepatu adalah cidera dan keringat langsung jatuh ke Rumput Sintetis Futsal.

- Dilarang menyenderkan badan dijaring (karena dapat menyebabkan jaring kendur bahkan bisa menyebabkan jaring putus apabila kapasitas melebihi ketahanan jaring tersebut).

- Dilarang tidak mengenakan pakaian pada saat sedang bermain (sumber keringat terbanyak adalah dari badan kita,dan apabila seseorang tidak memakai baju pada saat bermain kemungkinan besar keringat akan jatuh di Lapangan Futsal).

3. Memperbaiki sendiri Rumput Sintetis Futsal yang lepas dengan cara mengelem rumput yang lepas, lem alteco bisa dipakai untuk pilihan sementara, sedangkan untuk seterusnya silahkan tanya ke pemborong atau Kontraktor Lapangan Futsal tersebut, lem apa yg digunakan dalam Pembangunan Fasilitas Olahraga Futsal atau Pembangunan Sarana Olahraga Lainnya.

Sumber : indogamers.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

21 April 2010

Perawatan Rutin Lapangan Futsal



Cara perawatan lapangan futsal sangat berbeda dengan cara perawatan lapangan sepakbola biasa. Perbedaannya dapat dilihat dari jenis rumput, lapangan sepakbola biasa atau out door adalah jenis rumput hidup yang sehari-harinya harus disiram untuk mendapatkan hasil yang sempurna, sedangkan pada rumput sintetis futsal jauh berbeda. Rumput sintetis futsal sangat anti dengan air, karena dapat mempercepat kerusakan pada rumput sintetis tersebut.

Cara – cara yang bisa dilakukan untuk merawat lapangan futsal adalah:

1. Mengecek rumput setiap minggu.
Biasanya tempat yang sering lepas adalah sisi-sisi pada garis lapangan. Itu disebabkan banyak hal, bisa saja terjadi karena kelalaian pemasang lapangan pada saat memasang, bisa juga karena gesekan dari sepatu pemain dan bisa juga dari keringat pemain yg jatuh sehingga menyebabkan lem lepas.

2. Mengecek jaring setiap minggu.
Biasanya pemain suka menyandarkan tubuhnya pada jaring-jaring disisi lapangan, ada kemungkinan karena terdorong dan juga ada juga karena unsur kesengajaan karena kecapaian.

Antisipasi yang bisa dilakukan adalah :
1. Menyemprot Rumput sintetis agar tahan lebih lama (bahannya dapat dicari di google)

2. Membuat himbauan kepada pemain
Contohnya :
- Dilarang meludah dilapangan (disamping merusak lapangan dapatjuga mencemari lingkungan).
- Wajib memakai sepatu karet/futsal (efek yang ditimbulkan jika tidak memakai sepatu adalah cidera dan keringat langsung jatuh kerumput.
- Dilarang menyenderkan badan dijaring (karena dapat menyebabkan jaring kendur bahkan bisa menyebabkan jaring putus apabila kapasitas melebihi ketahanan jaring tersebut).
- Dilarang tidak mengenakan pakaian(baju) pada saat sedang bermain (sumber keringat terbanyak adalah dari badan kita,dan apabila seseorang tidak memakai baju pada saat bermain kemungkinan besar keringat akan jatuh dilapangan).

3. Memperbaiki sendiri rumput sintetis yang lepas dengan cara mengelem rumput yang lepas , lem alteco bisa dipakai untuk pilihan sementara, sedangkan untuk seterusnya silahkan tanya ke pemborong lapangan tersebut, lem apa yg digunakan

raden5.ngeblogs.com

08 Februari 2010

Melirik Bisnis Olahraga Futsal di Kota



Bisnis penyewaan lapangan futsal masih bermunculan. Semakin banyak tempat futsal yang menyebabkan persaingan makin ketat tak menyurutkan langkah mereka yang ingin mencoba bisnis ini. Masyarakat yang ***ntungkan karena harga sewa kini lebih murah.

Jika dua tahun lalu, lapangan futsal hanya ada di kota dan sekitar kampus, sekarang sudah merambah ke pedesaan. Mereka mematok tarif lebih murah. Seperti DMT Futsal di Dusun Berkisan, Pendowoharjo, Sleman, yang baru beroperasi awal November lalu.

DMT mematok tarif sewa Rp 50.000-Rp 70.000 per jam di hari biasa dan Rp 60.000-Rp 90.000 di akhir pecan yang dilengkapi dengan rumput futsal. Harga lebih murah ditawarkan jika mengambil paket sewa yakni memesan 4-12 jam per bulan. DMT juga menyediakan rompi pelengkap kostum.

Demam futsal sepertinya masih akan melanda dalam jangka waktu lama. "Kondisi ini yang kami lihat dan cari peluang bisnisnya, walau pelaku bisnis futsal semakin banyak. Dengan sewa yang terbilang murah dari yang lain, kami berharap masyarakat tertarik kemari," ujar Juni, pengelola DMT Futsal, Selasa (1/12).

DMT Futsal yang lapangannya berukuran standar 16 x 26 meter dilengkapi rumput futsal ini buka 16 jam sehari dan rata-rata per hari terisi 10 jam. Angka itu, menurut Juni terus naik. Hal tersebut mengindikasikan bahwa strategi sewa yang murah cukup menarik bagi masyarakat.

Pro2 Futsal di Gejayan mematok tarif per jam Rp 75.000-Rp 100.000 pada hari kerja dan hari libur. Namun diberikan potongan harga Rp 25.000-Rp 50.000 jika menyewa dua jam sekaligus pada jam-jam tertentu. Strategi ini dirasa cukup sukses. Dari jam buka yang rata-rata 20 jam sehari, minimal terisi 10 jam. Sedangkan pada Jumat, Sabtu, dan Minggu, semua jam terisi.

Walau demikian, menurut Yozzie, karyawan Pro2 Futsal, keadaan ini tak seramai setahun lalu. "Dulu, kami bisa buka 22-24 jam per hari karena selalu saja ada orang. Tapi sekarang, paling hanya 20 jam per hari. Kini, banyak lapangan futsal," katanya.

Demam futsal melanda Yogyakarta awal 2008. Saat itu, harga sewa lapangan futsal masih sekitar Rp 125.000-Rp 200.000 per jam. Semakin banyak lapangan futsal akhirnya membuat harga sewa perlahan turun. "Dulu, rasanya mahal banget untuk main futsal, tapi sekarang murah. Banyak pilihan lagi," ucap Bayu (20), mahasiswa perguruan tinggi swasta yang seminggu sekali bermain futsal.

regional.kompas.com

04 Januari 2010

Rumput Futsal Yang Baik



Cara perawatan lapangan futsal sangat berbeda dengan cara pemeliharaan fasilitas olahraga atau perawatan lapangan sepakbola biasa. Perbedaannya dapat dilihat dari jenis ****ut, lapangan sepakbola biasa atau out door adalah jenis rumput futsal hidup yang sehari-harinya harus disiram untuk mendapatkan hasil yang sempurna, sedangkan pada ****ut futsal jauh berbeda. Rumput futsal sangat anti dengan air, karena dapat mempercepat kerusakan pada ****ut untuk itu pemeliharaan bangunan sangat dibutuhkan dan butuh dana yang tidak sedikit dalam pembangunan fasilitas olahraga futsal atau pembangunan sarana olahraga lainnya.
Upaya – upaya yang bisa dilakukan untuk merawat lapangan futsal adalah:
1. Mengecek ****ut tiap minggu.
Biasanya tempat yang sering lepas adalah sisi-sisi pada garis lapangan. Itu disebabkan banyak hal, bisa saja terjadi karena kelalaian pemasang lapangan pada saat memasang untuk itu pemeliharaan fasilitas olahraga sangat perlu dilakukan, bisa juga karena gesekan dari sepatu pemain dan bisa juga dari keringat pemain yg jatuh sehingga menyebabkan lem lepas.
2. Mengecek jaring setiap minggu
Biasanya pemain suka menyandarkan tubuhnya pada jaring-jaring disisi lapangan, ada kemungkinan karena terdorong dan juga ada juga karena unsur kesengajaan karena kecapaian.
3. Memperbaiki sendiri rumput futsal yang lepas dengan cara mengelem ****ut yang lepas , lem alteco bisa dipakai untuk pilihan sementara, sedangkan untuk seterusnya silahkan tanya ke pemborong atau pemeliharaan bangunan lapangan tersebut, lem apa yg digunakan dalam pembangunan fasilitas olahraga futsal atau pembangunan sarana olahraga lainnya.



Sumber : http://girsangardho.blogspot.com

16 November 2009

Mengais Rezeki dari Futsal Indoor



Olah raga futsal yang masuk Indonesia tahun 2001, dengan cepat mendapat tempat di hati para pecinta olah raga sepak bola. Mulai dari lingkungan SMA, kampus, sampai perusahaan. Tak jarang perusahaan mengadakan turnamen futsal di lingkungannya untuk menjalin keakraban di antara sesama karyawan. Tren inilah yang kemudian ditangkap sebagai peluang bisnis oleh pengusaha (Rumput Sintetis). Beberapa pengusaha bahkan tak segan menyewa ruang (space) di mal atau pusat-pusat perbelanjaan untuk disulap menjadi lapangan futsal.

Di Senayan Trade Centre (STC), misalnya, tersedia lapangan futsal di lantai 6, yang dulunya merupakan lapangan basket. Taufik, salah seorang konsumen lapangan ini (rumput sintetis), mengaku senang berlatih futsal di situ karena prosedurnya mudah (tinggal booking seminggu sebelumnya), nyaman, dan harga sewanya oke yakni Rp 175-200 ribu per jam. Adapun pengelolaannya mirip dengan ice skating dan bowling.

Futsal sendiri mulanya berkembang di Brasil, Spanyol dan Peru, lalu menyebar ke seluruh dunia. Perbedaan paling mencolok dengan sepak bola konvensional adalah futsal memiiki lapangan yang lebih kecil. Ukurannya antara 15 x 25 m sampai 25 x 42 m, dengan jumlah pemain 5-7 orang per tim. Karena itu, futsal lebih fleksibel dan bisa dimainkan di dalam ruangan tertutup (indoor) dengan lapangan berumput sintetis.

Saat ini, di Jakarta saja setidaknya terdapat 7 lokasi futsal indoor dengan ****ut sintetis. Pemain terbesar di bisnis ini adalah PT Sentral Prima Raga (SPR) yang mengelola Planet Futsal – Indoor Soccer Center. SPR mulai berkiprah di bisnis futsal pada 2004 dan membidik masyarakat kota yang hobi main bola.

Sambutan masyarakat? “Sangat bagus. Buktinya kami berkembang terus dan bahkan merambah ke kota-kota lain,” jawab Filip. Kini Planet Futsal telah memiliki 7 pusat bermain futsal indoor, yaitu Kelapa Gading (tepatnya di kompleks A”X”C Gedung E); Sunter; Klub Rasuna; Serpong; Medan; Pontianak dan Samarinda. Tak lama lagi, lanjut Filip, Planet Futsal juga akan hadir di Bandung dan Surabaya.

Meski merupakan “keturunan” langsung dari sepak bola tradisional, futsal tampil lebih wangi dan berkesan asyik. Selain lapangannya menggunakan ****ut sintetis, arena futsal juga menyediakan kipas angin besar, big screen projector, panggung acara, LCD, ruang ganti, loker, toilet, shower, kafe dan merchandise shop. Untuk membangun satu arena futsal, disebutkan Filip, SPR menginvestasikan dananya Ro 1,5-3 miliar per venue.

Untuk perangkat lainnya, seperti ****ut sintetis, gawang dan jaringnya, serta lain-lain, boleh dibilang standar. Kalau pun ada perbedaan, tidaklah signifikan. Menurut pemasok ****ut sintetis futsal ini, biaya per satu lapangan futsal lengkap, termasuk fasilitas penunjangnya (gawang, jaring, dan lain-lain) sekitar Rp 500 juta. Untuk ****utnya saja, PI menawarkan harga Rp 200-350 ribu per m2. Selain menyediakan ****ut sintetisnya, dijelaskan Gunawan, PI juga menyediakan jaring lapangan (net) dengan harga Rp 25 juta dan sepasang gawang futsal seharga Rp 3 juta.

Gunawan berpendapat, bila perusahaan yang masuk ke bisnis ini cuma membangun satu lapangan futsal, tidak akan ekonomis. Minimal harus memiliki dua lapangan futsal ****ut sintetis, sehingga bisa menampung peminat lebih banyak. Dia yakin futsal akan terus berkembang. Sekarang saja PI sedang bernegosiasi dengan beberapa perusahaan yang ingin membangun arena futsal. Ada 10 arena futsal yang bakal dibangun dalam waktu dekat, tetapi Gunawan menolak menyebut nama-nama perusahaan yang bakal masuk ke bisnis futsal itu. Sementara menurut Filip, bisnis ini baru memasuki tahap pertumbuhan.

swa.co.id

10 November 2009

Perawatan Rumput Sintetis Untuk Lapangan Futsal



Cara perawatan
lapangan futsal sangat berbeda dengan cara kontraktor lapangan melakukan perawatan lapangan sepakbola biasa. Perbedaannya dapat dilihat dari jenis rumput futsal, lapangan sepakbola biasa atau out door adalah jenis ****ut hidup yang sehari-harinya harus disiram untuk mendapatkan hasil yang sempurna, sedangkan pada rumput futsal jauh berbeda. Rumput futsal sangat anti dengan air, karena dapat mempercepat kerusakan pada rumput sintetis.

Upaya – upaya yang bisa dilakukan untuk merawat
lapangan futsal adalah:

1. Mengecek ****ut tiap minggu (bisa dilakukan sendiri ataupun dengan jasa
kontraktor futsal atau kontraktor lapangan).biasanya tempat yang sering lepas adalah sisi-sisi pada garis lapangan. Itu disebabkan banyak hal, bisa saja terjadi karena kelalaian kontraktor lapangan futsal pada saat memasang rumput sintetis futsal, bisa juga karena gesekan dari sepatu pemain dan bisa juga dari keringat pemain yg jatuh sehingga menyebabkan lem rumput sintetis lepas.
2. Mengecek jaring setiap minggu.biasanya pemain suka menyandarkan tubuhnya pada jaring-jaring disisi lapangan, ada kemungkinan karena terdorong dan juga ada juga karena unsur kesengajaan karena kecapaian.Antisipasi yang bisa dilakukan adalah :

1. Menyemprot
rumput sintetis futsal agar tahan lebih lama (bahannya dapat dicari di google)
2. Membuat himbauan kepada pemain

Contohnya :
- dilarang meludah dilapangan (disamping merusak lapangan dapat juga mencemari lingkungan).
- wajib memakai sepatu karet/futsal (efek yang ditimbulkan jika tidak memakai sepatu adalah cidera dan keringat langsung jatuh kerumput.
- dilarang menyenderkan badan dijaring (karena dapat menyebabkan jaring kendur bahkan bisa menyebabkan jaring putus apabila kapasitas melebihi ketahanan jaring tersebut).
- dilarang tidak mengenakan pakaian(baju) pada saat sedang bermain (sumber keringat terbanyak adalah dari badan kita,dan apabila seseorang tidak memakai baju pada saatbermain kemungkinan besar keringat akan jatuh dilapangan).

3. Memperbaiki sendiri ****ut yang lepas tanpa menunggu
kontraktor futsal dengan cara mengelem ****ut yang lepas , lem alteco bisa dipakai untuk pilihan sementara, sedangkan untuk seterusnya silahkan tanya ke kontraktor lapangan futsal tersebut, lem apa yg digunakan.

Semoga bermanfaat bagi pemilik-pemilik lapangan futsal di seluruh indonesia. Salam olahraga



http://girsangardho.blogspot.com

09 November 2009

Merawat Lapangan & Rumput Futsal



Hal hal mendasar yang perlu diketahui adalah adanya obyek yang ditempelkan dengan menggunakan lem pada saat pembuatan/ instalasi lapangan futsal. Maka lapangan futsal harus dijaga dari kemungkinan terkena musuh utamanya yaitu air, baik dari faktor pemain ( orang) maupun dari faktor lingkungan ( daerah banjir) atau cuaca ( air hujan yang masuk) .

Tips ini lebih khusus untuk Lapangan Futsal yang menggunakan Rumput Futsal Sintetis sebagai pitch-nya karena lebih rentan jika dibandingkan dengan yang menggunakan matras karet ( Vinyl) .

Rumput Sintetis : Pada saat digunakan, hal yang terjadi adalah gesekan langsung antara ****ut futsal sintetis dan sepatu pemain, kemudian adanya keringat pemain yang menetes dan buruknya lagi jika ada pemain tidak menggunakan sepatu ( keringat langsung menempel melalui kaki) apalagi yang bertelanjang dada, semua itu pada intinya akan mengurangi daya lekat ****ut futsal, sehingga nantinya bisa terjadi di suatu spot lapangan ada ****ut yang tidak menempel kuat/ kendor atau bahkan terlepas ( yang paling rentan adalah bagian sambungan) .

Jaring Pelindung : Sering kali pemain yang berlari terlalu kencang akan menabrakkan diri di jaring ini, atau sewaktu terjadi benturan badan ada saja pemain yang terdorong dan menabrak jaring yang mana hal tersebut tidak akan bisa dihindari. Akibat dari hal hal tersebut sedikit banyak akan mengurangi kekencangan jaring pelindung hingga suatu saat nanti akan menjadi kendor.

Tips Perawatan :

1. Lakukan pengecekan lapangan minimal 1 kali dalam seminggu tetapi akan lebih baik jika dilakukan setiap lapangan dalam keadaan kosong ( tidak dipakai) .

2. Jika ****ut futsal terlepas dan masa garansi masih berlaku segera minta kepada Instalator lapangan memperbaikinya, apabila telah lewat instrusikan segera kepada staf maintenance untuk mengelem sendiri ****ut futsal ( supaya tidak berbeda, cari info merk lem yang digunakan ke installator) .

3. Buat Tata Tertib yang mengharuskan agar setiap pemain memakai sepatu dan tidak bertelanjang dada.

4. Buat Tata Tertib yang melarang siapapun meludah di lapangan karena selain merusak ****ut futsal lapangan juga mencemari lingkungan.

5. Buat Tata Tertib yang melarang Non Pemain menyandarakan atau menabrakkan diri di jaring supaya tidak mempercepat kekendoran.

6. Buat Himbauan agar setiap pemain melengkapi diri dengan atribut keselamatan ( memakai kaos kaki panjang, decker, memakai sarung tangan untuk penjaga gawang dll)

berbagai sumbe

26 Oktober 2009

Tips Merawat Lapangan Futsal Indoor



Hal hal mendasar yang perlu diketahui adalah adanya obyek yang ditempelkan dengan menggunakan lem pada saat pembuatan/ instalasi lapangan futsal oleh kontraktor lapangan futsal dan kontraktor lapangan. Maka lapangan futsal harus dijaga dari kemungkinan terkena musuh utamanya yaitu air, baik dari faktor pemain ( orang) maupun dari faktor lingkungan ( daerah banjir) atau cuaca ( air hujan yang masuk) .

Untuk mitra bisnis yang berencana akan membuat lapangan baru, pada saat pembangunan base lapangan disarankan agar memperhatikan faktor saluran pembuangan air di sekeliling bangunan dan ketinggian dari lingkungan sekitar serta hal yang terpenting " jangan membuat lapisan atas base lapangan dan
rumput sintetis atau rumput futsal di aci semen" tapi cukup flooring adukan pasir dan semen saja.

Tips ini lebih khusus untuk lapangan futsal yang menggunakan ****ut sintetis sebagai pitch-nya karena lebih rentan jika dibandingkan dengan yang menggunakan matras karet ( vinyl) .

Rumput sintetis atau rumput futsal : pada saat digunakan, hal yang terjadi adalah gesekan langsung antara ****ut sintetis dan sepatu pemain, kemudian adanya keringat pemain yang menetes dan buruknya lagi jika ada pemain tidak menggunakan sepatu ( keringat langsung menempel melalui kaki) apalagi yang bertelanjang dada, semua itu pada intinya akan mengurangi daya lekat ****ut, sehingga nantinya bisa terjadi di suatu spot lapangan ada ****ut yang tidak menempel kuat/ kendor atau bahkan terlepas ( yang paling rentan adalah bagian sambungan) .

Jaring pelindung : sering kali pemain yang berlari terlalu kencang akan menabrakkan diri di jaring ini, atau sewaktu terjadi benturan badan ada saja pemain yang terdorong dan menabrak jaring yang mana hal tersebut tidak akan bisa dihindari. Akibat dari hal hal tersebut sedikit banyak akan mengurangi kekencangan jaring pelindung hingga suatu saat nanti akan menjadi kendor.

Tips perawatan :

1. Lakukan pengecekan lapangan minimal 1 kali dalam seminggu tetapi akan lebih baik jika dilakukan setiap lapangan dalam keadaan kosong, untuk melakukan pengecekan baikyan hubugin
kontraktor lapangan futsal dan kontraktor lapangan ( tidak dipakai) .

2. Jika
lapangan futsal terutama rumput sintetis futsal terlepas dan masa garansi masih berlaku segera minta kepada kontraktor futsal memperbaikinya, apabila telah lewat instrusikan segera kepada staf maintenance untuk mengelem sendiri ( supaya tidak berbeda, cari info merk lem yang digunakan ke installator) .

3. Buat tata tertib yang mengharuskan agar setiap pemain memakai sepatu dan tidak bertelanjang dada.

4. Buat tata tertib yang melarang siapapun meludah di
lapangan futsal terutama rumput sintetis futsal karena selain merusak lapangan juga mencemari lingkungan.

5. Buat tata tertib yang melarang non pemain menyandarakan atau menabrakkan diri di jaring supaya tidak mempercepat kekendoran.

6. Buat himbauan agar setiap pemain melengkapi diri dengan atribut keselamatan ( memakai kaos kaki panjang, decker, memakai sarung tangan untuk penjaga gawang dll)



Http://satriafutsal.indonetwork.co.id