Tips ini lebih khusus untuk lapangan futsal yang menggunakan rumput futsal sintetis sebagai pitch-nya karena lebih rentan jika dibandingkan dengan yang menggunakan matras karet ( vinyl) . rumput futsal sintetis : pada saat digunakan, hal yang terjadi adalah gesekan langsung antara ****ut sintetis dan sepatu pemain, kemudian adanya keringat pemain yang menetes dan buruknya lagi jika ada pemain tidak menggunakan sepatu ( keringat langsung menempel melalui kaki) apalagi yang bertelanjang dada, semua itu pada intinya akan mengurangi daya lekat ****ut, sehingga nantinya bisa terjadi di suatu spot lapangan ada ****ut yang tidak menempel kuat/ kendor atau bahkan terlepas ( yang paling rentan adalah bagian sambungan) . Jaring pelindung : sering kali pemain yang berlari terlalu kencang akan menabrakkan diri di jaring ini, atau sewaktu terjadi benturan badan ada saja pemain yang terdorong dan menabrak jaring yang mana hal tersebut tidak akan bisa dihindari. Akibat dari hal hal tersebut sedikit banyak akan mengurangi kekencangan jaring pelindung hingga suatu saat nanti akan menjadi kendor. Tips perawatan : 1. Lakukan pengecekan pemasangan ****ut futsal minimal 1 kali dalam seminggu tetapi akan lebih baik jika dilakukan setiap lapangan dalam keadaan kosong ( tidak dipakai) . 2. Jika ****ut terlepas dan masa garansi masih berlaku segera minta kepada pemasangan ****ut futsal memperbaikinya, apabila telah lewat instrusikan segera kepada staf maintenance untuk mengelem sendiri ( supaya tidak berbeda, cari info merk lem yang digunakan ke installator) . 3. Buat tata tertib yang mengharuskan agar setiap pemain memakai sepatu dan tidak bertelanjang dada. 4. Buat tata tertib yang melarang siapapun meludah di lapangan karena selain merusak lapangan juga mencemari lingkungan. 5. Buat tata tertib yang melarang non pemain menyandarakan atau menabrakkan diri di jaring supaya tidak mempercepat kekendoran. 6. Buat himbauan agar setiap pemain melengkapi diri dengan atribut keselamatan ( memakai kaos kaki panjang, decker, memakai sarung tangan untuk penjaga gawang dll)
Hal hal mendasar yang perlu diketahui adalah adanya obyek yang ditempelkan dengan menggunakan lem pada saat pembuatan/ instalasi lapangan futsal. Maka lapangan futsal harus dijaga dari kemungkinan terkena musuh utamanya yaitu air, baik dari faktor pemain ( orang) maupun dari faktor lingkungan ( daerah banjir) atau cuaca ( air hujan yang masuk) . Tips ini lebih khusus untuk Lapangan Futsal yang menggunakan Rumput Futsal Sintetis sebagai pitch-nya karena lebih rentan jika dibandingkan dengan yang menggunakan matras karet ( Vinyl) .
Rumput Sintetis : Pada saat digunakan, hal yang terjadi adalah gesekan langsung antara ****ut futsal sintetis dan sepatu pemain, kemudian adanya keringat pemain yang menetes dan buruknya lagi jika ada pemain tidak menggunakan sepatu ( keringat langsung menempel melalui kaki) apalagi yang bertelanjang dada, semua itu pada intinya akan mengurangi daya lekat ****ut futsal, sehingga nantinya bisa terjadi di suatu spot lapangan ada ****ut yang tidak menempel kuat/ kendor atau bahkan terlepas ( yang paling rentan adalah bagian sambungan) .
Jaring Pelindung : Sering kali pemain yang berlari terlalu kencang akan menabrakkan diri di jaring ini, atau sewaktu terjadi benturan badan ada saja pemain yang terdorong dan menabrak jaring yang mana hal tersebut tidak akan bisa dihindari. Akibat dari hal hal tersebut sedikit banyak akan mengurangi kekencangan jaring pelindung hingga suatu saat nanti akan menjadi kendor.
Tips Perawatan : 1. Lakukan pengecekan lapangan minimal 1 kali dalam seminggu tetapi akan lebih baik jika dilakukan setiap lapangan dalam keadaan kosong ( tidak dipakai) .
2. Jika ****ut futsal terlepas dan masa garansi masih berlaku segera minta kepada Instalator lapangan memperbaikinya, apabila telah lewat instrusikan segera kepada staf maintenance untuk mengelem sendiri ****ut futsal ( supaya tidak berbeda, cari info merk lem yang digunakan ke installator) .
3. Buat Tata Tertib yang mengharuskan agar setiap pemain memakai sepatu dan tidak bertelanjang dada.
4. Buat Tata Tertib yang melarang siapapun meludah di lapangan karena selain merusak ****ut futsal lapangan juga mencemari lingkungan.
5. Buat Tata Tertib yang melarang Non Pemain menyandarakan atau menabrakkan diri di jaring supaya tidak mempercepat kekendoran.
6. Buat Himbauan agar setiap pemain melengkapi diri dengan atribut keselamatan ( memakai kaos kaki panjang, decker, memakai sarung tangan untuk penjaga gawang dll)
Gimana ya kalo cewek yang terkenal rame atau mungkin lebih tepatnya cerewet bergabung dalam satu tim di lapangan ****ut futsal untuk ngerebutin bola?... yupz main futsal maksudnya!
Mungkin dari kalian ada yang berpendapat, ”Wah, kayaknya bakalan seru tuh”, atau ”Pasti yang main cewek keren tuh”. Hmm... mungkin ada juga yang berpendapat, ”Ih, enggak banget sih. Itu kan mainan cowok.”
Oke deh, kalian sih boleh-boleh aja berpendapat apa pun. Tetapi, kenyataannya, udah banyak loh lahir tim futsal cewek pada beberapa sekolah di Jakarta. Peminatnya juga banyak, walaupun memang sih belum bisa ngalahin yang namanya futsal cowok.
Gaya main futsal para cewek-cewek ini enggak kalah hebat sama gaya mainnya cowok loh. Terbukti pas cewek-cewek ini turun ke lapangan Rumput Futsal dan mulai unjuk gigi untuk memperebutkan bola, suasana di lapangan jadi semakin rame.
Mereka berlarian ke sana ke mari di atas ****ut futsal, berebut bola dengan lawan dan adu kekompakan tim untuk mengalahkan tim lawan di lapangan ****ut futsal. Duh, pokoknya seru banget deh. Biar keringat kita bercucuran, tetapi semangat tetap membara.
Sayangnya, di acara yang seru itu, sempet terjadi adu otot antartim. Padahal, dalam olahraga kita harusnya menjunjung tinggi sportivitas. Iya kan MUDAers? Jadi, lewat futsal kita juga bisa mengukir prestasi dan pastinya bikin bangga ortu kita kan...
Nah, kalo kita ngomongin lagi soal cewek-cewek main futsal di lapangan ****ut futsal, sebenarnya positif atau negatif sih? Kan udah jelas kalo ikutan futsal bisa tetap mencetak prestasi kayak tim SMKN 20. Jadi positif, kan?
Apalagi, dengan ikutan futsal, badan kita jadi sehat. Soalnya seluruh tubuh kita bergerak sewaktu kita main futsal, dari ujung kaki sampai ke ujung kepala.
Pastinya, semua itu bisa bikin kita tambah sehat. Secara latihannya man... larinya enggak nahan... Tetapi, kalo menurut kita sih, semua itu sebanding sama apa yang kita dapetin. Stamina tubuh kita pastinya jadi makin fit, jadi enggak perlu lagi deh minum yang jreng... jreng-an oce..!
Nah, kalo kita ngomongin lagi soal cewek-cewek main futsal, sebenarnya positif atau negatif sih? Kan udah jelas kalo ikutan futsal bisa tetap mencetak prestasi kayak tim SMKN 20. Jadi positif, kan?
Apalagi, dengan ikutan futsal, badan kita jadi sehat. Soalnya seluruh tubuh kita bergerak sewaktu kita main futsal, dari ujung kaki sampai ke ujung kepala.
Pastinya, semua itu bisa bikin kita tambah sehat. Secara latihannya man... larinya enggak nahan... Tetapi, kalo menurut kita sih, semua itu sebanding sama apa yang kita dapetin. Stamina tubuh kita pastinya jadi makin fit, jadi enggak perlu lagi deh minum yang jreng... jreng-an oce..!
1. Passing, Dalam mengoper bola kepada teman, disahakan dengan kaki bagian dalam disahakan bola cukup kencang. Karena lapangan rumput futsal relatif kecil, apabila passing terlalu lambat akan sangat mudah dipotong oleh lawan. Bola futsal lebih bantet (pantulan tidak terlalu besar dibanding bola lapangan besar), sehingga sekencang apapun passing dari teman, masih memungkinkan untuk dikontrol. 2. Menconcong bola, Mencocong adalah menendang bola namun menggunakan ujung kaki/sepatu. Biasanya bila kita sudah berhadapan dengan kiper, saat posisi kita kurang bagus untuk melakukan shoot (karena posisi bola sudah terlalu ke depan), maka menconcong bola akan mencari salah satu cara efektif untuk menghasilkan gol. Karena dengan teknik ini, bola akan melesat cukup kencang (seperti di shooting), dan bola juga akan tetap bergerak lurus. Beda dengan bola lapangan besar, apabila diconcong maka larinya bola akan tidak terkontrol. 3.Tips mencetak gol. Karena gawangnya kecil dan celah nyetak ga besar.. usahakan bola ngeluncur seperti pisang tp mendatar. bila dari sisi samping kita giring bola ke tengah sebelum nyampe ditengah langsung tendang aja.. klo dari kanan lawan berarti nendang ke pojok kiri kiper. 4. Jaga stamina. lapangan futsal relatif kecil, baik itu lapangan indoor /outdoor biassa maupun lapangan yang menggunakan rumput sintetis. tapi kadang kita terlalu asyik lari kesana kemari sehingga terlalu banyak gerak yg mengakibatkan kita cepet lelah.. lebih baik ada pembagian yang tertata dalam menyerang ataupun bertahan. saat menyerang. pake umpan2 kecil dan saat bertahan langsung buang bola, sehingga pemain yang ada didepan bisa membantu pemain belakang dalam bertahan. Saat stamina Anda habis, istirahatlah. Isi atau tambah kembali stamina Anda misalnya dengan menkonsumsi air yang sehat. Salah satu contoh air sehat adalah air RO yang mudah-mudahan bermanfaat untuk menjaga stamina Anda. kikil.org Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang