Tampilkan postingan dengan label sarana olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sarana olahraga. Tampilkan semua postingan

08 Oktober 2010

Membangun Fasilitas Olahraga Yang Layak Di Papua

Kita semua tahu, bahwa orang Papua erat dengan konotasi kekuatan fisik. Tak heran jika mereka banyak diterima di bidang usaha sekuriti (bukan sekuritas ya), atau jasa keamanan. Postur mereka yang dominan besar, kekar, dan berotot nampaknya bisa memfasilitasi kebutuhan sebagai sekuriti. Tak hanya itu, kemampuan mereka secara fisik memang tangguh dalam menghadapi perubahan cuaca, kemapuan survive-nya pun baik. Alam Papua nampaknya sudah mendidik mereka dalam hal itu. Namun untuk hal kemampuan intelengensia (kecerdasan) nampak bukan menjadi ketertarikan mayoritas masyarakat Papua. Pembangunan sekolah dan sarana pendidikan jelas tetap penting, akan tetapi dilihat profil mayoritas masyarakat Papua tadi harusnya pemerintah juga mampu memfasilitasi sarana lain selain sekolah formal. Nampaknya pemerintah harus membangun fasilitas olahraga yang besar di Papua.

Papua bisa dijadikan pusat pelatihan olah raga terbesar di Indonesia. Lokasinya yang bersih dari pencemaran industri dan polusi transportasi, menjadikan udara Papua bersih untuk berolah raga. Ada banyak lahan luas yang akan pasti bagus jika dibuat dengan serius. Sudah saatnya menteri olah raga melirik Papua sebagai provinsi olah raga. Semua atlit nasional yang akan berkiprah ke kancah internasional harus masuk akademi atlet di Papua. Di Papua itu nanti, akan ada hotel atlet, rumah sakit atlet, trainning centre, pusat perbelanjaan atlet, bahkan bandara udara internasional pun bisa dibangun di sana. Dengan demikian, ke depannya nanti, jika ada pertandingan kelas internasional (seperti tinju Chris Jones di Kalimantan) bisa saja diselenggarakan di Papua.

Pertanyaan terakhir, sulitkah membangun itu semua? mahalkah? Sebagai komparasi, ITB berhasil membangun satu komplek olah raga dalam jangka waktu 10 tahun. Kelapa Gading Estate berhasil membangun Sport Center hanya dalam waktu sekian tahun saja. Nah sekarang bandingkan dengan pendapatan pemerintah dari pajak Freeport tadi yang 27 milyar per hari. Jika saja pemerintah mau.. (kalau mauuu) merelakan melepas 1 milyar perhari untuk ketertinggalan Papua ini, maka untuk sebulan Papua mempunyai 30 milyar, 360 milyar per-tahun.

Sumbr - motulz.multiply.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Bulu Tangkis Dapat Di Jadikan Ladang Bisnis

Dalam usaha menaikkan prestasi bulutangkis Indonesia, berbagai turnamen nasional yang sangat bergengsi diadakan. Meskipun nasional, “rasanya” tetap internasional. Rasa di sini, karena turnamen seperti Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) telah diakui internasional. Pasalnya poin yang didapat para pemain di sirnas juga diakui secara internasional (Federasi Bulutangkis Dunia, BWF).

Otomatis, semakin sering juara, maka peringkat internasionalnya pun naik. Turnamen Sirnas semakin tinggi gengsinya karena kompetisi yang juga diikuti banyak pemain luar negeri ini menyodorkan hadiah berlimpah setiap digelar.

Minimal Rp165 juta setiap seri Sirnas diperebutkan para pemain. Setiap kali turnamen ini digelar, dengan mendapat dukungan sponsor utama Djarum, selalu menyedot banyak perhatian penonton. Pada 2010 ini ada sembilan Sirnas yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia. Setiap hari, turnamen selalu dibanjiri penonton. Bahkan, turnamen ini menjadi “rebutan” berbagai daerah. Rebutan yang dimaksud, adalah daerah pada berebut menjadi tuan rumah.

Dengan hadiah yang cukup banyak di sektor senior, para pemain bisa menggantungkan hidup dari Sirnas. Semakin banyak juara, semakin besar peluang pemain mendapatkan sponsor. Sirnas seharusnya menjadi industri berbobot. Semua memang berbanding lurus. Semakin prestasinya tinggi, semakin besar pula nilai kontraknya. Nilai yang tinggi juga didapat Taufik Hidayat. Mantan pemain nomor satu dunia ini dikontrak produsen alat-alat olahraga Yonex. Pemain asal Bandung ini laku keras, karena tidak saja Yonex yang mendukungnya tetapi juga produsen non alat olahraga.

Melihat kenyataan itu, bulutangkis, cabang olahraga yang sering mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional, ternyata bisa menjadi pegangan hidup. Memang, tidak mudah menjadi pemain profesional. Mereka tentu harus membuktikan diri menjadi yang terbaik, baik di turnamen nasional maupun internasional, baru sponsor akan datang.

Sumber – kompas.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Olahraga Bonbol Memerlukan Saranan Olahraga Yang Memadai

Olahraga di Bone Bolango (Bonbol) bisa dibilang mempunyai prestasi yang sangat menjanjikan. Bagaimana tidak beberapa cabang Olahraga di Bonbol, berhasil meraih prestasi baik di tingkat Provinsi maupun tingkat nasional. Sehingga perhatian terhadap perkembangan olahraga di Bonbol perlu mendapat perhatian besar dari Pemda.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III Dekab Bonbol Yakub Tangahu saat ditemuinya di ruang kerjanya Jum’at (1/10) kemarin. Pihaknya mengaku beberapa cabang di Bonbol sudah mendapatkan prestasi yang membanggakan seperti karate, silat, bulu tangkis.

“Prestasi ini baik secara beregu maupun tunggal, olehnya sangat penting untuk dapat meningkatkan potensi olahraga di Bonbol,” ujarnya. Aleg yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Komisi Olahraga Nasional Indoensia (Koni) Gorontalo cabang Bonbol mengaku, untuk saat ini sarana dan prasarana olahraga yang ada di Bonbol masih sangat minim. Bahkan tidak berlebihan jika dikatakan tidak ada. “para atlet di Bonbol butuh sebuah sarana olahraga untuk dapat melaksanakan latihan rutin. Tidak hanya itu tempat latihan tetapi juga peralatan olahraga untuk dapat menunjang peningkatan potensi olahraga di Bonbol,” terang Yakub.

Yakub berharap dengan peraturan yang sekarang dimana Pemda membiayai kebutuhan olahraga daerah melalui Anggaran Belanjda dan Pendapatan Daerah (APBD), pihaknya berharap harapan para atletik Bonbol untuk mendapat fasilitas dan sarana olahraga dapat tercapai. “Olehnya dibutuhkan satu badan di Pemda yang berdiri sendiri untuk dapat mengelola persoalan olahraga di Bonbol. Dengan begini maka kemajuan olahraga di Bonbol dapat terus meningkat,” jelasnya. (AMA)

Sumber - gorontalopost.info

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis