21 September 2010

Membakar Kalori Saat Memasak

Membakar kalori tak hanya dengan berolahraga, karena banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kalori di dalam tubuh.Salah satunya dengan memasak.Memasak bisa jadi merupakan kegiatan yang tidak menyenangkan bagi beberapa kaum perempuan terlebih lagi laki laki, tapi sebaiknya hal ini dipikirkan kembali. Karena selain bisa menyenangkan orang-orang dirumah dengan makanan yang dihasilkan, memasak juga bisa membantu membakar kalori di dalam tubuh.



Kegiatan memasak ini bisa membakar rata-rata sekitar 139 kalori per jam, semakin banyak makanan yang dimasak maka kalori yang akan dibakar juga akan semakin besar. Kegiatan mempersiapkan makan bisa memberikan manfaat yang lebih bagi seseorang. Terdapat dua temuan kunci dari sebuah penelitian yang telah dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine.



Kalori yang dibakar sudah mulai terjadi sejak seseorang mempersiapkan bahan-bahan untuk dimasak, misalnya saat ia mencuci bahan, mengiris dan menghaluskan bumbu-bumbu yang akan digunakan sampai ia memasak bahan-bahan tersebut menjadi sebuah makanan. Semakin banyak kegiatan yang dilakukan saat memasak, maka akan makin banyak pula kalori yang dibakar oleh tubuh. Selain itu posisi memasak juga mempengaruhi otot apa yang akan dilatih oleh tubuh, misalnya jika seseorang memasak sambil berdiri maka ia bisa melatih otot lengan dan juga kaki. Sedangkan jika ia memasak sambil duduk, maka ia hanya melatih otot pergelangan tangan saja seperti saat menggoreng atau menumis.
Sumber: Detikhealth

Lihat Juga:
restaurant
restoran
cafe

20 September 2010

Menikmati Nasi Becek

Nasi becek adalah hidangan khas yang berasal dari Nganjuk, Jawa Timur, Indonesia. Di tempat asalnya hidangan ini dikenal dengan nama sego becek.
Nasi Becek, hidangan khas dari Nganjuk, Jawa Timur

Sego becek adalah hidangan yang mirip dengan kari/kare kambing. Isi dari sego becek nyaris serupa dengan soto babat, namun diberi potongan sate kambing yang telah dilucuti dari tusuk satenya. Daging yang dipilih adalah daging kambing. Tidak lupa diberi potongan bawang merah yang menambah kenikmatan rasa hidangan ini.

Secara keseluruhan, rasanya mungkin cenderung mirip dengan mayoritas makanan sejenis yang berkembang di daerah Solo, Jawa Tengah. Cenderung manis dan tidak asin, berbeda dengan umumnya hidangan utama ala Jawa Timuran yang cenderung asin.

Saat tulisan ini dibuat, seporsi hidangan ini dijual seharga Rp 10.000. Cukup murah untuk ukuran makanan khas disana. Para penjual sego becek biasanya dapat dengan mudah di jumpai didaerah sekitar jalan Dr. Soetomo di kota Nganjuk.
Sumber: Wikipedia

Lihat Juga:
Cake
Pizza
Nasi goreng

Kroket dan Macamnya

Kroket adalah nama sebuah makanan yang dipungut dari bangsa Belanda di Indonesia tetapi diambil dari Perancis.

Di Belanda, kroket adalah sebuah makanan yang terdiri dari ragout yang dilapisi dengan putih telur dan tepung panir lalu digoreng.

Di Indonesia, biasanya kroket adalah gumpalan pure kentang berisi daging cincang yang dibumbui dan dicampur dengan sayuran seperti wortel atau buncis. Kroket dilumuri kocokan telur dan tepung panir sebelum digoreng di dalam minyak goreng yang banyak.
[sunting] Kroket di berbagai negara

Spanyol: Croquettes, dibuat dari daging ayam, dan termasuk ke dalam makanan pembuka (tapas).

Brazil: Croquettes atau croquetes, umumnya dibuat dari daging sapi, dan dijual di Brazil sebagai hidangan dari Jerman.

Meksiko: Croquettes dibuat dari ikan tuna dan kentang.

Republik Ceko: Krokety, bundar-bundar dan kecil, dibuat dari kentang, telur, tepung terigu, dan mentega.

Kuba: dibuat dari ham, daging babi, daging ayam, atau kombinasi ketiganya.

Amerika Serikat: Di Tampa, Florida, kroket dibuat dari daging kepiting yang seang musim, dan dilapis dengan tepung panir yang berasal dari Roti Kuba. Penduduk setempat menyebutnya deviled crab (croqueta de jaiba).[1]

Hongaria: Krokett, mirip dengan kroket di Republik Ceko, namun berbentuk lonjong dan sering diberi bumbu pala.

India: Alu-tikki adalah kroket kentang makanan khas India Utara yang dimakan sebagai makanan ringan. Sering juga disebut cutlet, dan bisa dijumpai di rumah makan siap saji.

Bangladesh: Mirip dengan Alu-tikki, tapi diberi nama Alu-chop dan di tengahnya diisi daging sapi.

Jepang: Korokke (コロッケ?) adalah makanan ringan yang populer, dan banyak dijual di pasar swalayan dan toko daging. Korokke dibuat dari kentang, dan umumnya berbentuk agak pipih. Isi kroket bisa bermacam-macam, mulai dari sayur-sayuran, daging sapi, babi, atau campuran daging babi dan sapi (aibiki). Selain itu, kroket berisi ragut daging kepiting (disebut kani korokke) dan udang juga populer. Menchi katsu (メンチカツ?) (minced cutlet) adalah sebutan untuk daging cincang yang dibalut tepung panir dan digoreng. Menchi katsu tidak dibuat dari kentang, dan bila tidak dinyatakan sebagai daging sapi, maka daging yang dipakai adalah campuran daging sapi dan babi.

Filipina: Croqueta adalah sebutan untuk kroket kentang dengan isi daging atau ikan.
Sumber: Wikipedia

Lihat Juga:
Restaurant
Restoran
Cafe

17 September 2010

Macam-macam Beras

Nasi adalah beras (atau kadang-kadang serealia lain) yang telah direbus (dan ditanak). Proses perebusan beras dikenal juga sebagai 'tim'. Penanakan diperlukan untuk membangkitkan aroma nasi dan membuatnya lebih lunak tetapi tetap terjaga konsistensinya. Pembuatan nasi dengan air berlebih dalam proses perebusannya akan menghasilkan bubur.

Warna nasi yang telah masak (tanak) berbeda-beda tergantung dari jenis beras yang digunakan. Pada umumnya, warna nasi adalah putih bila beras yang digunakan berwarna putih. Beras merah atau beras hitam akan menghasilkan warna nasi yang serupa dengan warna berasnya. Kandungan amilosa yang rendah pada pati beras akan menghasilkan nasi yang cenderung lebih transparan dan lengket. Ketan, yang patinya hanya mengandung sedikit amilosa dan hampir semuanya berupa amilopektin, memiliki sifat semacam itu. Beras Jepang (japonica) untuk sushi atau japanese food mengandung kadar amilosa sekitar 12-15% sehingga nasinya lebih lengket daripada nasi yang dikonsumsi di Asia Tropika, yang kadar amilosanya sekitar 20%. Pada umumnya, beras dengan kadar amilosa lebih dari 24% akan menghasilkan nasi yang 'pera' (tidak lekat, keras, dan mudah terpisah-pisah).

Nasi dimakan oleh sebagian besar penduduk Asia sebagai sumber karbohidrat utama dalam menu sehari-hari. Nasi sebagai makanan pokok biasanya dihidangkan bersama lauk sebagai pelengkap rasa dan juga melengkapi kebutuhan gizi seseorang. Nasi dapat diolah lagi bersama bahan makanan lain menjadi masakan baru, seperti pada nasi goreng, nasi kuning atau nasi kebuli. Nasi bisa dikatakan makanan pokok bagi masyarakat di Asia, khususnya Asia Tenggara.
Sumber: Wikipedia

Lihat Juga:
minuman

All about Pizza

Pizza asli berasal dari Italia dan bisa ditemui di Pizzeria (toko Pizza) yang tiap porsi pizzanya berdiameter kira-kira 30 cm atau lebih, dengan adonan yang telah ditarik tipis. Salah satu rahasia kelezatan Pizza Italia adalah proses pemanggangannya yang dilakukan di dalam oven tradisional dengan bara api. Hal ini dikarenakan jika dipanggang dengan oven listrik, umumnya adonan pizza tipis akan menjadi keras.

Pizza yang telah dikenal oleh masyarakat kuno, tentunya berbentuk lain dengan pizza zaman sekarang. Makanan ini umumnya dikonsumsi kaum miskin dan dibuat dengan bahan-bahan yang sederhana yang mudah didapatkan seperti tepung terigu, minyak, garam, dan ragi.

Pizza yang kita kenal sekarang lahir sekitar tahun 1600, pizza saat itu tidak dilumuri saus tomat di atasnya. Kemudian pada tahun 1800-an Pizza dengan saus tomat dibawa oleh imigran Italia yang umumnya berasal dari Napoli ke New York, Amerika Serikat. Pada periode itu juga di Napoli, Italia muncul "Perkawinan Bersejarah" Pizza yang ditaburi mozzarella. Seorang pembuat pizza, Raffaele Esposito dan istrinya menyiapkan sebuah pizza untuk dipersembahkan pada Ratu Margherita Savoia, istri Kaisar Italia Umberto I. Yang dibuat atas permintaan Yang Mulia. Sebuah Pizza yang melambangkan Bendera Italia: Merah yaitu saus tomat, putih yaitu mozzarella dan hijau yaitu daun basil. Dikarenakan Sang Ratu begitu suka dengan cita rasa pizza sederhana ini maka pizza itu dinamakan Pizza Margherita, sesuai dengan nama Sang Ratu.
Sumber: Wikipedia

Lihat Juga:
cake
Nasi goreng
Chinese food

Adonan Martabak Manis

Martabak manis, atau terang bulan, atau kue bulan adalah penganan sejenis kue dadar yang biasa dijajakan di pinggir jalan di Indonesia.

Nama penganan ini bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. Bagi daerah yang menamakannya kue bulan atau terang bulan, penggemarnya merasa bingung mengapa kue ini dinamakan "martabak" karena sama sekali berbeda dengan penganan lain yang juga bernama martabak. Namun bagi daerah yang terbiasa menamakannya martabak manis, maka penganan martabak terbagi dua menjadi martabak manis (seperti yang terdapat dalam gambar) atau martabak asin. Di Malaysia penganan ini dinamakan apam balik, kue atau martabak terang bulan, martabak bangka, kue pinang bangka, atau martabak bandung.

Adonan kulitnya terbuat dari campuran tepung terigu, soda kue, telur ayam, santan, air, dan ragi yang dipanggang di atas penggorengan besi tebal khusus hingga adonan kue menjadi matang dan bersarang. Sebagai pengisi biasanya diberikan taburan gula butir, coklat butir (meses, muisjes), dengan biji wijen dan kacang tanah yang dicacah, atau parutan keju, yang disiram susu kental manis, dan diolesi mentega dan margarin yang cukup banyak.
Sumber: Wikipedia

Lihat Juga:
restaurant
restoran
cafe

16 September 2010

Pengrajin Emping di Garut

Emping Garut adalah makanan khas yang dikembangkan oleh warga masyarakat sekitar lereng Gunung Wilis, antara daerah Wungu dan Dagangan. Makanan ini dibuat dari garut (sejenis umbi-umbian) yang ditumbuk halus dan dikeringkan dan dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil yang setelah kering siap untuk digoreng. Citarasa emping ini gurih dan tidak mengandung kolesterol.
Pada awalnya, emping garut dikembangkan oleh Bapak H. Djan'im Romli asal RT. 1 RW. 1 Desa/Kec. Dagangan, yang pada awalnya Garut hanya dibuat kripik dan pati (tepung) garut, pada awal tahun 1990-an dicoba untuk dibuat menjadi emping garut. Setelah itu, diperkenalkan kepada masyarakat sekitar Dagangan tentang proses pembuatan emping garut itu sendiri.
Sampai saat ini, emping garut masih menjadi andalan industri rumah tangga di Ds./Kec. Dagangan, dengan jumlah produksi yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Tetapi, produksi emping garut bukan tanpa adanya hambatan. Hambatan terbesar yang dihadapi pengrajin adalah kurangnya pasokan bahan baku garut. Hal ini dikarenakan masa panen garut yang hanya satu kali dalam setahun, yaitu antara bulan Mei sampai Oktober.
Saat ini, Emping garut juga sudah merambah pasar luar kota, antara lain Kediri dan Malang. Dimana setiap bulannya, dari wilayah Ds./Kec. Dagangan sendiri memasok kurang lebih 1 sampai 2 ton Emping Garut ke dua kota tersebut
Sumber: Wikipedia

Lihat Juga:
Minuman
Japanese food

15 September 2010

Tradisi Foundue

Fondue berawal pada abad ke 18 di Neuchâtel, suatu daerah di negara Swiss. Penduduk di daerah tersebut berada jauh dari kota-kota besar dan ketika musim dingin tiba mereka sulit mendapatkan makanan segar. Mereka pun harus bertahan dengan memakan roti, cake dan keju yang dibuat pada musim panas dan disimpan hingga musim dingin. Keju dan roti basi yang mereka makan terasa tidak enak dan keras.Mereka kemudian menemukan bahwa keju tersebut akan terasa lebih enak dan lebih mudah dimakan apabila dipanaskan diatas api.Roti pun menjadi lebih lembut ketika dicelupkan ke dalam keju.Lalu mereka mulai menambahkan minuman anggur dan bumbu-bumbu lain untuk menjadikan makanan tersebut lebih lezat.Itulah awal mula ditemukannya fondue.

Penduduk desa yang miskin ketika itu tidak memiliki uang untuk membeli peralatan makan yang cukup, sehingga hanya menggunakan satu panci untuk makan beramai-ramai. Mereka pun harus berkumpul dekat api agar tetap hangat.Kedua hal tersebutlah yang menjadikan fondue sebagai makanan komunal yang dimakan bersama oleh suatu komunitas.

Para budak-budak memperkenalkan makanan ini kepada tuan mereka yang kebanyakan adalah pedagang dan bangsawan.Para bangsawan ini kemudian menyajikan fondue kepada teman-teman bangsawannya dari negara lain.

Jean Anthelme Brillat-Savarin, ahli kuliner dari Perancis, menyebutkan mengenai fondue dalam karyanya yang terkenal yaitu La Physiologie du Goût (Fisiologi Rasa) yang diterbitkan pertama kali di tahun 1825. Ia menceritakan mengenai Uskup dari Belley bernama Madot yang dalam suatu jamuan makan menggunakan sendok untuk memakan fondue dan bukannya garpu. Uskup tersebut pun menjadi bahan perbincangan di antara para tamu yang hadir pada jamuan makan itu. Brillat-Savarin juga mencantumkan resep fondue dalam bukunya tersebut. Selain itu, ia pernah juga membagikan cara membuat fondue kepada seorang pegawai restoran di Boston. Ketika itu Brillat-Savarin sedang mengasingkan diri di Amerika Serikat selama dua tahun setelah Revolusi Perancis.

Sumber: Wikipedia

Lihat Juga:
chinese food
Pizza
Nasi goreng

Kabayaki

Kabayaki (蒲焼、蒲焼き、かばやき?) adalah salah satu cara memasak ikan dalam masakan Jepang. Setelah dibelah dan dibuang isi perut dan tulang, ikan ditusuk dengan tusukan besi/bambu, dan diberi saus yang terutama dibuat dari campuran kecap asin, mirin, gula pasir, dan sake.

Kabayaki berasal dari kata kaba atau gama (蒲?), nama Jepang untuk tanaman air yang disebut stok (Typha latifolia), dan yaki (焼?). Bunga betina Typha latifolia berbentuk gilig berwarna cokelat keemasan mirip unagi yang ditusuk sepanjang tubuh dan dibakar.

Jenis ikan yang biasa dibuat kabayaki, misalnya sidat jepang (nama Jepang: unagi), Conger myriaster (anago), sauri pasifik (sanma), dan sarden (iwashi). Meskipun demikian, ikan yang paling umum dibuat kabayaki adalah sidat jepang dan Conger myriaster. Bila hanya disebut kabayaki, maka kemungkinan besar yang dimaksudkan adalah unagi kabayaki. Sauri pasifik dan sarden yang dimasak cara kabayaki lebih sering dijual sebagai makanan kaleng.

Ada dua teknik memasak cara kabayaki, cara Kanto dan cara Kansai. Di daerah Kanto, ikan dikukus lebih dulu hingga matang sebelum dipanggang. Di daerah Kansai, ikan dipanggang tanpa dikukus. Sewaktu dikukus, lemak pada unagi menjadi jauh berkurang. Oleh karena itu, lemak pada unagi kabayaki ala Kanto lebih sedikit dibandingkan unagi kabayaki ala Kansai.

Unagi kabayaki dipercaya orang Jepang sebagai japanese food bergizi untuk menambah stamina sepanjang musim panas. Pada hari Doyō no Ushi musim panas (sekitar minggu ke-3 atau minggu ke-4 bulan Juli) terdapat tradisi makan unagi kabayaki sambil minum minuman khas jepang di seluruh Jepang.
Sumber: Wikipedia

14 September 2010

Meises dan macamnya

Cokelat butir atau meises adalah butiran-butiran cokelat yang digunakan sebagai teman makan roti, penghias dan penambah rasa pada cake, kue terang bulan, donat dan es krim. Di Belanda, meises disebut hagelslag dan variasinya disebut muisjes.

Meises sebagai teman makan roti hanya dinikmati di Indonesia dan Belanda. Konon orang Indonesia yang mengenal hagelslag dari orang Belanda sulit menyebutkan kata "hagelslag." Kebetulan cokelat butir banyak digemari gadis-gadis kecil Belanda (meisje) sehingga teman makan roti ini ikut-ikutan disebut meisje. Pengucapan "meisje" untuk cokelat butir menghasilkan beberapa variasi ejaan: meises, mises atau meisyes. Ada juga kemungkinan meises berasal dari kata muisjes karena bentuknya memang mirip.

PT Ceres merupakan salah satu produsen meises terbesar di Indonesia. Meises mempunyai berbagai variasi, meises klasik berwarna cokelat, rasa susu, meises cokelat dengan campuran berwarna-warni, dan meises aneka warna.

Di Amerika Serikat, meises disebut sprinkles dan di daerah seperti di New England dikenal sebagai jimmies. Cupcake dengan taburan meises warna-warni populer sebagai kue ulang tahun anak-anak di Amerika.

Sumber: Wikipedia

Lihat Juga:
chinese food
pizza
nasi goreng

Kamugawa Japanese resto

Kamogawa Restaurant, nama Kamogawa resto diambil dari nama sungai yang ada di Kyoto, Jepang. Sudah bisa ditebak, restoran ini menyediakan aneka Japanese Food yang menggiurkan. Suasana resto-nya pun begitu khas Jepang. Interior kayu yang dominan dengan penerangan yang agak redup dibalik lukisan geometri modern menjadi kontras dengan sushi bar tradisional Jepang. Pengunjung dapat menyaksikan para chef berkutat dengan sajian yang akan disantap. Dinding pada bagian sushi bar nampak polos, tak seartistik dinding di depan pintu masuk dengan bebatuan berwarna coklat dan putih.

Lantai kayu sebagai pengganti tatami menambah aksen Japanese. Tirai-tirai pada ruangan VIP dan lukisan menambah hangat suasana. Setiap ruangan memiliki dekorasi dan kapasitas tamu yang berbeda. Kesamaannya, setiap meja pada ruangan ini dilengkapi kompor serta steam boat yang aman untuk menikmati shabu-shabu.
Sajian japanese food di Kamogawa dipresentasikan dengan perpaduan praktis dan gaya. Contohnya, mangkuk-mangkuk berisi es diberi hiasan sebuah bunga cantik mengawetkan sekaligus menjaga rasa daging agar tetap enak di lidah. Serat-serat daging yang terlihat berpola tak sama ini berasal dari bagian tubuh sapi yang berbeda. Tentu saja, hanya keahlian seorang chef profesional dapat menentukan bagian tubuh sapi yang cocok untuk dijadikan beef yakiniku atau beef shabu-shabu course.

Sumber: OpenRice.com

Lihat Juga: Cafe

08 September 2010

Menyicipi masakan Khas Thailand

Masakan Thai atau masakan Thailand mencakup makanan dan minuman serta cara memasak khas Thailand. Ciri khas masakan Thai adalah rasa pedas dan penuh bumbu, namun dipadu dengan keseimbangan rasa manis, asin, masam, dan pedas.

Walaupun semuanya disebut masakan Thai, di Thailand terdapat empat jenis masakan daerah yang berasal dari empat daerah utama: Thailand Utara, Thailand Timur Laut (masakan Isan), Thailand Tengah, dan Thailand Selatan. Masing-masing masakan daerah mendapat pengaruh dari masakan Cina dan masakan negara-negara tetangga. Tidak seperti kari khas Thailand yang menggunakan rempah-rempah segar, kari Thailand Selatan memakai rempah-rempah kering yang digoreng seperti kari India. Ciri khas lain masakan Thailand Selatan adalah pemakaian santan dan kunyit segar. Mayoritas penduduk Thailand Selatan beragama Islam. Nenek moyang mereka datang dari anak benua India lebih dari dua ribu tahun lampau sehingga masakan Thailand Selatan mirip dengan masakan India.Masakan Thailand Timur Laut (Isan) sering memakai perasan limau, dan sangat dipengaruhi oleh masakan Laos. Sebagian besar makanan Thai yang dikenal sekarang merupakan adaptasi dari masakan Cina yang diperkenalkan di Thailand oleh orang Tio Ciu yang merupakan mayoritas orang Cina-Thai. Masakan yang mulanya berasal dari Cina, misalnya: jok, kwetiau rad na, khao kha moo (moo pa-loh), bamii (bahasa Thai: บะหมี่, mi kuah), dan khao mun gai

Bumbu dan rempah-rempah dipakai dalam keadaan segar (bukan rempah-rempah kering). Di antara bumbu-bumbu yang umum dalam masakan Thai adalah cabai rawit, cabai merah, santan, kecap ikan (nam pla), jahe, bawang putih, bawang merah, daun ketumbar, serai, terasi (kapi), gula jawa, dan asam jawa.
Sumber: Wikipedia

Lihat juga:
Restaurant
Restoran
Cafe

Hidangan makanan thailand

Berbeda dari hidangan utama dengan berbagai hidangan sampingan dalam masakan Barat, masakan Thai biasanya terdiri dari satu jenis makanan atau nasi (khao, bahasa Thai: ข้าว) dengan lauk pauk yang dihidangkan secara bersamaan dan dinikmati beramai-ramai.

Makanan Thai dimakan dengan sendok di tangan kanan dan garpu di tangan kiri, namun secara tradisional, orang Thai makan dengan tangan. Hanya masakan mi atau sup berisi mi yang dimakan dengan sumpit dan sendok. Orang suku pedalaman di Thailand Utara dan Thailand Timur Laut memakan ketan dengan tangan. Sewaktu makan, ketan dicomot lalu dipulung menjadi bola kecil sebelum dicocol ke dalam lauk.

Nasi adalah makanan pokok orang Thai. Beras wangi Thai adalah beras kebanggaan Thailand. Ketan (khao niao, bahasa Thai: ข้าวเหนียว) adalah makanan pokok di Thailand Utara dan Thailand Timur Laut.

Nasi dimakan dengan kari, masakan tumis, dan hidangan lain yang biasanya memakai bumbu cabai, limau dan serai. Kari dan sayuran tumis dituangkan ke atas nasi untuk membuat hidangan yang disebut khao rad gang (bahasa Thai: ข้าวราดแกง). Hidangan ini dimakan sebagai makanan praktis ketika orang tidak memiliki waktu banyak untuk makan. Masakan Thailand Timur Laut dan Thailand Utara banyak dipengaruhi oleh masakan orang Lao.

Kwetiau (bahasa Thai: ก๋วยเตี๋ยว) adalah mi yang populer di Thailand, dimasak menjadi kwetiau goreng pad thai (bahasa Thai: ผัดไทย) atau kwetiau kuah. Masakan Cina yang diadaptasi menjadi masakan Thai misalnya kwetiau kuah asam pedas yang disebut kway teow rua (bahasa Thai: ก๋วยเตี๋ยวเรือ)

Nam prik (bahasa Thai: น้ำพริก) adalah sebutan untuk sambal atau saus cabai ala Thailand. Setiap daerah di Thailand memiliki ragamnya masing-masing. Dengan memakai cobek dan ulekan, cabai diulek bersama bahan-bahan lain seperti bawang putih dan terasi. Nam prik dimakan bersama sayuran sewaktu makan nasi, atau dimakan sebagai lauk untuk makan nasi. Selain nam prik, masakan Thai juga dimakan dengan cabai kering atau irisan cabai segar yang dicampur dengan cuka beras.
Sumber: Wikipedia

Lihat Juga:
Minuman
Japanese food

07 September 2010

Kerang Abalon

Abalon (berasal dari bahasa Spanyol, Abulón) ialah suatu spesies kerang-kerangan (moluska) dari familia Haliotidae dan genus Haliotis. Ia dikenal pula sebagai kerang mata tujuh atau siput balik batu, ormer di Jersey dan Guernsey, perlemoen di Afrika Selatan, dan pāua di Selandia Baru.

Abalon tergolong dalam kelas Gastropoda yang besar. Terdapat hanya satu genus dalam famili Haliotidae dan kira-kira 4 - 7 subgenus. Taksonominya agak membingungkan. Spesiesnya berjumlah antara kira-kira 100 hingga 130 (karena adanya hibrida).

Abalon memiliki ciri-ciri permukaan kulit sebelah dalam yang berwarna-warni yang terbuat dari nakre. Daging moluska ini dianggap sebagai salah satu makanan istimewa di sebagian Amerika Latin (khususnya Chili), Asia Tenggara, dan Asia Timur (khususnya di Republik Rakyat Cina, Jepang, dan Korea).
Sumber: Wikipedia

Lihat Juga:
the cafe
coffe bean
starbucks

Doenjang Makanan Fermentasi Khas Korea

Doenjang adalah jenis makanan fermentasi yang berasal dari Korea. Doenjang dibuat dari pasta kacang kedelai yang direbus dan dikeringkan di panas matahari dalam bentuk persegi yang dinamakan mejubap atau meju. Dalam proses pengeringan ini muncul jejamuran yang menandakan telah terjadinya proses fermentasi dan menimbulkan bau yang menyengat. Setelah dikeringkan blok-blok doenjang ini dipindahkan ke tempat yang lebih hangat agar proses ferementasi berlangsung lebih cepat. Setelah itu dimasukkan ke dalam tempayan besar yang diisi dengan air garam. Air garam ini menyebabkan terjadinya fermentasi yang lebih baik lagi, yaitu melehkan bentuk meju yang tadinya keras menjadi pasta kacang khas Korea. Jika pasta kacang dipisahkan dengan air dari hasil fermentasi tadi, akan menghasilkan kecap khas Korea yang disebut Ganjang.

Doenjang biasanya dibuat secara manual di rumah-rumah orang Korea, terutama di pedesaan. Cara pembuatan doenjang secara manual hanya menggunakan air garam sementara doenjang buatan pabrik dibuat dengan menambahkan tepung gandum. Bahkan ada yang sengaja menambahkan komposisinya dengan ikan teri agar rasanya semakin lezat.

Doenjang yang dimakan dengan bawang putih, minyak wijen, dan gochujang (pasta cabai Korea) yang dibungkus dengan sayur dinamakan ssamjang (tanpa nasi) atau ssambap (ditambah nasi).

Doenjang juga populer dimasak sebagai sup, yaitu Doenjangjjigae (sup doenjang) yang biasanya berisi tahu dan bumbu seperti bubuk cabai, jamur, makanan laut dan daging. Doenjang memiliki gizi yang tinggi karena dihasilkan dari proses fermentasi yang bersifat anti kanker, selain itu juga memiliki sumber mineral dan flavonoid yang bersifat antioksidan.

Penyebutan tentang pembuatan doenjang dapat ditemukan di dalam teks sejarah Cina di Buku Wei dan Suku Dongyi serta teks Sanguozhi yang ditulis oleh Chen Shou di tahun 290. Pada zaman dahulu, doenjang dinamakan tojang. Orang Cina kuno menyebut bau doenjang sebagai khas Korea.

Doenjang dikatakan bagi orang Korea memiliki 5 nilai. Pertama adalah dansim, artinya doenjang akan memiliki rasa dan aroma yang sama bahkan bila dicampurkan dengan rasa lain. Yang kedua adalah hangsim, artinya doenjang tidak akan pernah menjadi busuk. Bila disimpan dengan benar dan semakin lama, akan membentuk rasa yang semakin kuat. Ketiga adalah bulsim, doenjang bisa menghilangkan bau amis daging dan ikan. Keempat adalah seonsim, doenjang dapat membuat masakan pedas menjadi semakin gurih. Kelima adalah hwasim, doenjang mampu menjadi pelengkap jenis masakan apa saja.
Sumber: wikipedia

Lihat Juga:
Minuman
Japanese food

06 September 2010

Imperial Cakery

STRATEGIS : Lokasi yang berada di ground floor dengan suguhan pemandangan orang berlalu lalang membuat tempat ini cukup strategis. Pengunjung juga bisa melihat pengolahan makanan dari dapur terbuka kafe ini.

TEMPAT makan yang ini boleh dibilang lengkap. Di sini pengunjung dapat menemukan ragam hidangan Western serta bakery yang lezat.

Bukan hanya itu, Imperial Cakery pun menawarkan tempat yang nyaman untuk bersantai. Ingin makan makanan berat atau sekadar nongkrong bersama teman- teman, Imperial Cakery agaknya bisa menjadi pilihan yang tepat. Kafe yang berlokasi tepat di area tengah Pejaten Village ini menawarkan makanan dari mulai yang ringan sampai yang berat. Dwi Resmisari selaku Supervisor Imperial Cakery menyatakan, kafe sekaligus restoran ini memiliki cabang yang cukup banyak. Di tiap cabang dihadirkan menu Western atau Chinese, ataupun gabungan keduanya.

”Khusus di Pejaten ini kami menyajikan menu Barat komplet dari appetizer sampai dessert,” ungkap Dwi saat SINDO berkunjung ke Imperial Cakery. Lokasi kafe ini cukup strategis,berada di ground floor dengan suguhan pemandangan orang berlalu lalang yang sibuk berbelanja. Pengunjung juga bisa melihat pengolahan makanan dari dapur terbuka kafe ini. Kafe ini pun bersebelahan tepat dengan sebuah toko buku sehingga pengunjung dapat membaca buku yang telah dibelinya di kafe ini. Sambil menunggu pesanan main course datang, pengunjung dapat menikmati menu pembuka seperti kentang goreng, vegetable spring roll, chicken wings, atau shrimp roll. Hidangan pembuka selera ini juga cocok disantap untuk makanan ringan sebagai teman minum kopi atau ice blend.

Selama bulan Ramadan ini, Imperial Cakery memberikan kolak dan bubur ketan hitam yang dapat dinikmati secara cuma-cuma. Sekarang hidangan main course, yang paling dijagokan adalah nasi. Ada butter rice dan risotto rice yang keduanya tersedia dalam tiga pilihan; dengan ayam, ikan nila, ataupun daging. Nah ini yang istimewa, risotto maupun butter rice dapat disantap dengan saus pilihan. Sedikitnya ada lima saus yang bisa dipilih; saus jamur, lada hitam, onion,BBQ, dan arabiata sauce.Yang terakhir disebut merupakan saus yang berasal dari tomat sehingga menghasilkan rasa asam-manis.

Mau coba pasta juga bisa, di antaranya fettucine carbonara, spaghetti bolognaise, dan spaghetti chicken cordon blek,sertapenne beef stroganoff. Sedangkan deretan sandwich yang bisa dinikmati sebut saja jumbo hot dog,burger,club sandwich,smoked salmon, dan scrambled egg.Minuman yang bisa dinikmati di sini juga beragam.Untuk smoothiesada blue sky hazelnutdan kiwi smoothies. Ada pulablackcurrant lychee,mango berry punch,blue mango booster,dan fruit punch. Tersedia pula pilihan coffee ice blend. Oh ya,jangan lewatkan pula untuk mencicipi dessert andalan Imperial Cakery.Apalagi kalau bukan hot chocolate melt yang paling banyak diminati. Selain itu, ada es krim dan apple strudle.

Seperti disebutkan sebelumnya, kafe ini juga menyediakan bakery, termasuk cookies dan cakes. Ada oatmel cookies, almond cookies, dan cashewnut.Sedangkan rasa roti yang bisa dinikmati antara lain blueberry twist bun,chocolate doughnut, cheese doughnut, dan chocolate croissant. Seluruh bakery yang disajikan di sini kesegarannya terjaga sebab dibuat setiap hari.

Menjelang hari Raya Idul Fitri ini,cake-cake buatan Imperial Cakery banyak diburu oleh pembeli. Hanya saja, untuk cake harus dipesan sehari sebelumnya. (sri noviarni- Seputar Indonesia)
Sumber: OpenRice.com

Lihat Juga:
Nasi goreng
Nelayan Restoran
Laguna

Everyday is a Happy Day

NUANSA UNIK : Untuk membuat pengunjung betah, Happy Day mendesain restoran dengan cara yang unik yakni dengan memasang baling-baling besar dan lampu gantung dari ember besi di atap restoran.


RASA bukanlah satu-satunya pertimbangan saat memilih resto.Suasana tempat makan pun harus diperhatikan.Pasalnya,suasana yang nyaman akan menumbuhkan mooduntuk bersantap.

Siapa sih yang tak suka menyantap menu nikmat di restoran dengan nuansa yang menyenangkan hati? Nah bila Anda ingin mencobanya, mungkin Happy Day bisa Anda kunjungi.Happy Day memang bukan restoran baru, restoran ini sudah ada sejak 13 tahun yang lalu. Namun,yang membuat restoran ini baru adalah interior dan variasi dari makanannya yang semakin menarik untuk disinggahi. Suasana ala teras rumah Belanda di restoran yang berdiri sejak 1997 ini bakal membuat pengunjung betah berlama-lama nongkrong di sini.

Begitu memasuki restoran, maka pandangan kita pasti langsung terarah pada baling-baling besar yang berada di atap restoran yang berlokasi di Jalan Juanda No 19 Jakarta Pusat ini.Lampu gantung yang terbuat dari ember besi pun turut menjadi perhatian pengunjung yang datang. ”Dari dulu restoran ini memang punya ciri baling-baling yang bergelantungan di atas atapnya,” tandas General Manager Happy Day, Wilianto, saat acara pengenalan konsep baru Happy Day beberapa waktu lalu. Selain baling-baling, restoran ini juga didominasi oleh interior yang menggunakan bahan dasar kayu sehingga warna yang terlihat pun sangat natural.

Mirip dengan suasana rumah di Belanda. Ada juga pohon-pohon buatan dan tumbuh- tumbuhan lainnya yang berada di tengah-tengah restoran. ”Kami sengaja membuat konsep mirip suasana outdoor agar lebih homey,”ucap Sales and Promotion Manager Happy Day, One Meylani Gioh. Restoran ini memang sudah lama ada,namun untuk menambah kenyamanan pelanggan dan menambah variasi suasana, maka Happy Day pun melakukan renovasi pada 2010.Butuh waktu hanya sekitar 2 bulan untuk melihat restoran berlantai dua ini menjadi baru, hingga pada 27 Juli 2010 kemarin, akhirnya Happy Day memilih untuk membuka restoran dengan konsep barunya.

Restaurant dengan luas 600 m2 ini memiliki kapasitas hingga 250 pengunjung yang terdiri atas berbagai ruangan seperti ruangan VIP, ruang party,sampai smooking room yang memiliki viewke area luar. Tidak hanya interior dan nuansanya yang baru, ternyata restoran yang memiliki pelanggan tetap para pejabat pemerintahan ini juga menambah aneka menu makanannya. Awalnya Happy Day hanya menyediakan menu Indonesia dan Western saja, tapi kini menu Asia hingga Italia hadir menambah variasi hidangan yang ada di restoran yang berkonsep keluarga ini.

”Secara keseluruhan kami memiliki sekitar 100 menu, dari menu minuman pembuka sampai makanan penutup,”tutur One. Di Happy Day, setiap menu dipisahkan berdasarkan kategori negara asal, seperti menu khas Asia atau Italia,hingga pengunjung pun tidak bingung untuk memesan. Ada pula stan salad yang berada di tengah restoran dengan konsep all u can eat.Jika ingin mencicipi menu yang khas dari Happy Day yang sudah ada sejak 13 tahun lalu, maka cicipi saja Sup Buntut ala Happy Day.Sup buntut ini dirasa istimewa selain karena rasanya yang cukup berbumbu,porsinya pun cukup besar. ”Rata-rata orang-orang pemerintahan yang jadi pelanggan tetap sup buntut ini,” jelasnya.

Dikatakan oleh Head Chef Happy Day,Samudi bahwa Sirloin Steak juga menjadi menu yang mencirikan restoran ini.Menu ini menyajikan daging sirloin yang dipanggang kemudian dibalur dengan 3 pilihan saus yang bisa dipilih sesuai selera. Ada saus barbeque,mushroom sauce, dan black papper. ”Mushroom sauce lebih difavoritkan dibanding saus yang lain,” tutur koki yang sudah bekerja lebih dari 11 tahun di restoran ini.Samudi menjelaskan,jamur champignon menjadi bahan dasar utama untuk pembuatan mushroom sauce. Untuk penyajiannya, potato chips dan salad beserta thousand island menjadi pelengkap kelezatan steakini.

Untuk menu Westernyang unik, Happy Day memberikan pilihan ”Monster”Chesse Burger” yaitu burgerkeju yang berdiameter 15 cm dengan isi yang beragam, mulai dari daging sapi olahan hingga keju dan sayuran. Happy Day mempunyai keunikan dalam soal harga. Jika restoran lain semakin lama semakin memberikan harga yang terus naik, di sini justru harga turun namun kualitas tetap terjaga. Untuk harga yang ditawarkan,Happy Day memberikan harga mulai dari Rp11.900 sampai Rp84.900.

Seru bukan, bersantap dengan suasana nyaman dan menyenangkan di teras rumah yang rimbun dengan pepohonan. Maka tidak ada salahnya jika moto restoran ini adalah ”Everyday is a Happy Day”,karena di sini,Anda bisa merasakan makanan dengan suasana yang bisa menambah moodbahagia Anda. (inggrid namirazswara- Seputar Indonesia)
Sumber: OpenRice.com

Lihat Juga: Cafe

03 September 2010

Menyantap Masakan Korea

Orang Korea biasanya makan dengan duduk di bantal (tanpa kursi) pada meja yang rendah dengan posisi kaki menyilang (menyila).

Makanan dimakan dengan sumpit dari stainless steel (jeotgarak) dan sendok panjang (sutgarak); set sumpit dan sendok ini dinamakan sujeo (gabungan sutgarak dan jeotgarak), namun sujeo dapat juga diartikan sebagai sendok saja. Tidak seperti bangsa pengguna sumpit lain, orang Korea sudah menggunakan sendok sejak abad ke-5 Masehi.

Tidak seperti orang Tionghoa atau Jepang, mangkuk nasi dan sup tidak boleh beranjak dari meja dan mereka memakannya dengan sendok. Banchan (lauk pauk) dimakan dengan sumpit. Pengaturan yang umum biasanya seperti berikut:

Nasi untuk perorangan disediakan dalam mangkuk kecil yang lebih tinggi dari diameternya. Sup hangat disediakan dalam mangkuk yang lebih besar dan lebar (di sebelah kanan nasi), seringkali jjigae atau makanan jenis berkuah lain dimakan bersama dari panci besar di tengah-tengah meja. Set sendok panjang stainless steel untuk nasi dan sup, dan sumpit untuk banchan (di sebelah kanan sup).

Hidangan lauk banchan yang bervariasi disediakan dalam mangkuk-mangkuk kecil. Tergantung pada setiap rumah tangga, minuman bisa saja disediakan atau tidak disediakan. Air es biasanya disediakan saat makan bersama keluarga. Dalam lingkungan umum atau restoran, disediakan air atau minuman tradisional (“teh” biji-bijian seperti teh barley, sementara teh biasa kurang disukai saat makan karena rasanya tidak cocok dengan nasi atau banchan yang pedas). Minuman lain yang umum saat makan adalah soju. Setelah makan, minuman penyegar yang disediakan contohnya soojunggwa atau shikhye. Minuman yang disajikan berbeda-beda berdasarkan musim dalam setahun.
Sumber: Wikipedia

Lihat Juga:
Restaurant
Cafe

02 September 2010

Hoe

Hoe (diucapkan [hø~hwe]) adalah istilah umum untuk berbagai makanan Korea berupa potongan terbaik ikan segar atau daging yang tidak dimasak. Saengseon hoe (생선회,生鮮膾) adalah irisan tipis daging ikan segar atau makanan laut lainnya (serupa dengan sashimi). Yukhoe (육회,肉膾) adalah daging sapi mentah yang diberi bumbu kecap asin, gochujang, minyak wijen, dan arak beras. Gan hoe (간회,肝膾) adalah hati sapi mentah yang dibumbui minyak wijen dan garam. Hongeohoe (홍어회, 洪魚膾) adalah irisan daging ikan pari yang sebelumnya disimpan di dalam guci hingga terfermentasi.

Saus cocol untuk saengseon hoe disebut chogochujang (초고추장) yang dibuat dari gochujang dan cuka. Sebelum dimakan, hoe bisa diberi wasabi atau dicocol ke saus chogochujang atau ssamjang (쌈장), dan dibungkus dengan daun perila atau daun selada. Sewaktu dihidangkan, hoe diletakkan di atas piring berisi dangmyeon agar terlihat menarik.

Di rumah makan, ketika selesai menyantap saengseon hoe, orang sering memesan maeuntang (sup ikan yang dibuat dari kepala ikan dan bagian ikan yang tidak bisa dijadikan hoe) .

Tradisi memakan daging dan ikan mentah di Semenanjung Korea diperkirakan diperkenalkan oleh orang Cina pada awal periode Tiga Kerajaan Korea (57 SM--668 AD). Dari kitab Analek karya Kong Hu Cu asal abad 1 SM ditulis, "Jangan makan sampai menghabiskan yang halus. Jangan makan sampai menghabiskan potongan yang terbaik (食不厭精,膾不厭細). Istilah kuai (膾) mulanya berarti irisan ikan mentah atau irisan daging seperti daging sapi atau daging domba. Namun sejak zaman Dinasti Qin dan Dinasti Han, istilah ini hanya berarti ikan mentah. Setelah Buddhisme berkembang di Korea sejak periode pertengahan Tiga Kerajaan Korea hingga akhir Dinasti Goryeo (918–1392), membunuh hewan untuk dijadikan makanan merupakan hal yang harus dihindari. Oleh karena itu, rakyat meninggalkan kebiasaan makan hoe bersamaan dengan tidak lagi dikonsumsinya daging. Makanan ini kembali dihidangkan setelah memudarnya pengaruh Buddhisme pada akhir periode Goryeo. Pada masa Dinasti Joseon, kerajaan menjunjung tinggi ajaran Konfusianisme, sehingga hoe kembali populer sebagai makanan orang Korea.

Sumber: Wikipedia

Lihat Juga:
Makanan
Minuman
Japanese Food

01 September 2010

Buka Puasa Bersama Swiss -Belhotel

Manajemen dan karyawan Swiss-Belhotel Mangga Besar Jakarta mengadakan acara buka puasa bersama masyarakat sekitar hotel dan panti asuhan pada tanggal 16 Agustus 2010 bertempat di Jasmine Ballroom. Acara buka puasa disertai ceramah agama yang disampaikan oleh Bapak Ustadz Ahmad Turmudi.

Acara ini terselenggara sebagai bentuk kepedulian Swiss-Belhotel Mangga Besar Jakarta kepada masyarakat sekitar. Selain itu, manajemen dan karyawan juga membagikan bingkisan lebaran kepada anak-anak dari Panti Asuhan Nuruh Iman Menteng Raya.

Selama bulan suci Ramadhan, Swiss-Belhotel Mangga Besar Jakarta menawarkan berbagai paket promo menarik, seperti: Crystal Kafe yang berlokasi di lantai dua, menawarkan sajian istimewa bagi tamu, seperti Buffet Makan Siang Sepuasnya dengan harga Rp. 77.777nett/ orang dan juga Buffet Buka Puasa Bersama Makan Berlima Gratis 1 orang dengan harga Rp. 88.888 nett/ orang termasuk tajil, kopi & teh dan tempat sholat.

Sumber: OpenRice.com

Lihat Juga:
Makanan
Minuman
Japanese Food