Tampilkan postingan dengan label olahraga bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga bola. Tampilkan semua postingan

13 Oktober 2009

Tips Memaksimalkan Latihan Olahraga



anda mungkin telah sering melakukan latihan olahraga, namun manfaat yang anda peroleh tidak seperti yang diharapkan. Mungkin akar permasalahannya terdapat pada beberapa hal mendasar yang kerap diabaikan.

Agar olahraga anda memberikan hasil maksimal, seorang pakar telah menyarankan tips berikut :

· sepanjang latihan, minumlah air untuk menyeimbangkan elektrolit dan mempertahankan tingkat energi anda. Setelah olahraga, minum lagi satu atau dua gelas air (bukan minuman yang mengandung gula, karena jenis ini dapat mengakibatkan dehidrasi).

· lakukanlah pemanasan sebelum olahraga dengan perlahan-lahan untuk menaikkan denyut jantung dan meningkatkan metabolisme tubuh secara bertahap.

· pada tahap awal latihan, lakukanlah beberapa gerakan peregangan bahu, betis, leher, dan kaki. Gerakan ini hanya membutuhkan waktu beberapa menit, tetapi bermanfaat untuk mencegah cedera selama berhari-hari.

· aturlah pernafasan terus-menerus selama latihan di tempat private, dengan mengeluarkan nafas perlahan-lahan. Hembusan nafas pada saat latihan berguna untuk mencegah cedera dan latihan tersebut akan terasa makin mudah.

· setelah pendinginan, lakukanlah peregangan dengan pelan-pelan selama lima menit untuk mencegah rasa sakit pada otot, mengembalikan otot ke ukuran semula dan menghindari cedera. Setiap peregangan sebaiknya dilakukan selama 30 detik, lalu tarik nafas, dan rileks kembali.

· untuk memperoleh manfaat maksimal dari latihan angkat beban, gunakanlah weight machine agar semua persendian tubuh ikut bergerak sehingga makin banyak kalori yang terbakar dan latihan tersebut sangat bermanfaat.

· untuk meningkatkan metabolisme tubuh dan pembakaran kalori dalam latihan angkat beban, waktu yang digunakan untuk mengangkat harus setengah dari waktu untuk melakukan gerakan balasannya. Angkatlah bebannya secara perlahan-lahan sambil mengeluarkan nafas dalam hitungan empat, dan lakukan gerakan balasan secara perlahan-lahan sambil tarik nafas dalam hitungan delapan.

· lintas-latihan merupakan bentuk yang paling aman dan efektif. Karena itu, setelah melakukan olahraga aerobik (bersepeda, jalan kaki, jogging), anda sebaiknya melakukan jenis olahraga lain yang dapat menguatkan dan melenturkan tubuh.

· untuk memaksimalkan metabolisme, hindarilah melakukan satu jenis olahraga tanpa berhenti dalam waktu yang anda tentukan, satu jam misalnya. Waktu ini lebih baik dibagi menjadi empat kali : 20 menit bersepeda pagi hari, 20 naik tangga sorenya, 20 menit jalan kaki malamnya. Dengan demikian, kalori yang dibakar akan lebih banyak dan mintalah saran dari staf pengajar olahraga .

--Sumber: www.indosiar.com dan rajaraja.com--

01 Oktober 2009

Kalau Berolahraga, Santai Saja!!!

1. Pilihlah olahraga yang menyenangkan, sehingga tidak jenuh melakukannya. Kalau suka melakukan latihan aerobik silahkan, atau olahraga bola seperti bola voli juga tak masalah.

2. Pilihlah olahraga yang banyak entakannya, jika perlu dikombinasikan dengan latihan beban.

3. Lakukan di pagi hari saat perut kosong, lakukan 30 menit sebelum makan. Hal ini bertujuan agar tubuh menggunakan lemak tubuh sebagai sumber energi.

4. Agar pembakaran lemak bisa maksimal, sebelum olahraga hendaknya minum sedikit pembakar lemak, seperti kafein (kopi) dan/atau teh hijau. (jangan terlalu banyak, ntar malah jadi lemes, lemak yg dibakar terlalu banyak)

5. Seusai olahraga, hindari langsung makan makanan yang kaya karbohidrat. Termasuk juga sehabis pertandingan, misalnya pertandingan basket, lari, dll. Sebagai gantinya, minum susu rendah kalori dengan kalsium tinggi sebagai makanan dengan pengganti rendah kalori yang mengandung nutrisi lengkap.

http://mfahmia2705.blogspot.com

30 September 2009

Tips Memilih Dan Membeli Sepatu Olahraga



Jangan anggap sepatu olahraga bola kaki yang biasa anda pakai jalan-jalan juga cocok buat dipakai berolahraga. Salah-salah pakai, bisa-bisa malah kaki anda yang dibawa jalan-jalan ke rumah sakit.

Berikut ini beberapa tips yang mungkin bisa dijadikan acuan dalam memilih sepatu untuk berolahraga:

jangan bikin sepatu multifungsi.

Sepatu untuk jalan biasanya lebih keras/padat; sepatu untuk olahraga (lari) lebih fleksibel, dengan bantalan ekstra untuk meredam efek getaran. Untuk kedua aktivitas itu, belilah masing-masing sepasang.

Ukur kaki secara berkala.

Jangan dikira ukuran kaki tidak berubah setelah dewasa. Menurut penelitian, makin hari ukuran kaki seseorang bisa berubah. Cek ulang ukuran kaki anda minimal dua kali setahun.

Beli setelah beraktivitas.

(ukuran) kaki bisa berkembang tergantung pada aktivitas pertandingan bulutangkis. Usahakan membeli sepatu ketika kaki dirasakan sedang dalam ukuran terbesarnya.

Bawa kaos kaki.

Karena kaos kaki menyempurnakan kenyamanan memakai sepatu, bawa kaos kaki yang biasa anda pakai sehingga sepatu yang dijajal di toko pas dengan yang akan anda pergunakan.

Jangan langsung merasa enak.

Jangan langsung jatuh hati pada sepatu yang ingin anda beli hanya dengan mencobanya di depan cermin. Pakai sepatu senam pilates dulu berjalan atau berlari di sekitar toko biar betul-betul enak memakainya saat berolahraga.

Sesuaikan aturan ibu jari.

Perhatikan jarak ideal sepatu dengan ibu jari kaki, punggung kaki, dan tumit kaki. Kalau terlalu longgar tentu akan selip, tapi terlalu ketat juga bisa bikin lecet.

Money doesn't lie.

Kebutuhan dan anggaran setiap orang untuk membeli sepatu olahraga pasti berbeda-beda. Tapi percaya deh, barang yang harganya rp 50 ribu tentu berbeda kualitasnya dengan yang rp 500 ribu.

Perhatikan kapan harus mengganti.

Idealnya, sepatu olahraga sudah bisa diganti setelah dipakai sejauh 500-600 kilometer. Juga, jika sol bawah mulai tipis dan sepatu dirasa tak nyaman lagi, sudah saatnya anda ke toko lagi.

( a2s / din detik.com