16 November 2009

Mengais Rezeki dari Futsal Indoor



Olah raga futsal yang masuk Indonesia tahun 2001, dengan cepat mendapat tempat di hati para pecinta olah raga sepak bola. Mulai dari lingkungan SMA, kampus, sampai perusahaan. Tak jarang perusahaan mengadakan turnamen futsal di lingkungannya untuk menjalin keakraban di antara sesama karyawan. Tren inilah yang kemudian ditangkap sebagai peluang bisnis oleh pengusaha (Rumput Sintetis). Beberapa pengusaha bahkan tak segan menyewa ruang (space) di mal atau pusat-pusat perbelanjaan untuk disulap menjadi lapangan futsal.

Di Senayan Trade Centre (STC), misalnya, tersedia lapangan futsal di lantai 6, yang dulunya merupakan lapangan basket. Taufik, salah seorang konsumen lapangan ini (rumput sintetis), mengaku senang berlatih futsal di situ karena prosedurnya mudah (tinggal booking seminggu sebelumnya), nyaman, dan harga sewanya oke yakni Rp 175-200 ribu per jam. Adapun pengelolaannya mirip dengan ice skating dan bowling.

Futsal sendiri mulanya berkembang di Brasil, Spanyol dan Peru, lalu menyebar ke seluruh dunia. Perbedaan paling mencolok dengan sepak bola konvensional adalah futsal memiiki lapangan yang lebih kecil. Ukurannya antara 15 x 25 m sampai 25 x 42 m, dengan jumlah pemain 5-7 orang per tim. Karena itu, futsal lebih fleksibel dan bisa dimainkan di dalam ruangan tertutup (indoor) dengan lapangan berumput sintetis.

Saat ini, di Jakarta saja setidaknya terdapat 7 lokasi futsal indoor dengan ****ut sintetis. Pemain terbesar di bisnis ini adalah PT Sentral Prima Raga (SPR) yang mengelola Planet Futsal – Indoor Soccer Center. SPR mulai berkiprah di bisnis futsal pada 2004 dan membidik masyarakat kota yang hobi main bola.

Sambutan masyarakat? “Sangat bagus. Buktinya kami berkembang terus dan bahkan merambah ke kota-kota lain,” jawab Filip. Kini Planet Futsal telah memiliki 7 pusat bermain futsal indoor, yaitu Kelapa Gading (tepatnya di kompleks A”X”C Gedung E); Sunter; Klub Rasuna; Serpong; Medan; Pontianak dan Samarinda. Tak lama lagi, lanjut Filip, Planet Futsal juga akan hadir di Bandung dan Surabaya.

Meski merupakan “keturunan” langsung dari sepak bola tradisional, futsal tampil lebih wangi dan berkesan asyik. Selain lapangannya menggunakan ****ut sintetis, arena futsal juga menyediakan kipas angin besar, big screen projector, panggung acara, LCD, ruang ganti, loker, toilet, shower, kafe dan merchandise shop. Untuk membangun satu arena futsal, disebutkan Filip, SPR menginvestasikan dananya Ro 1,5-3 miliar per venue.

Untuk perangkat lainnya, seperti ****ut sintetis, gawang dan jaringnya, serta lain-lain, boleh dibilang standar. Kalau pun ada perbedaan, tidaklah signifikan. Menurut pemasok ****ut sintetis futsal ini, biaya per satu lapangan futsal lengkap, termasuk fasilitas penunjangnya (gawang, jaring, dan lain-lain) sekitar Rp 500 juta. Untuk ****utnya saja, PI menawarkan harga Rp 200-350 ribu per m2. Selain menyediakan ****ut sintetisnya, dijelaskan Gunawan, PI juga menyediakan jaring lapangan (net) dengan harga Rp 25 juta dan sepasang gawang futsal seharga Rp 3 juta.

Gunawan berpendapat, bila perusahaan yang masuk ke bisnis ini cuma membangun satu lapangan futsal, tidak akan ekonomis. Minimal harus memiliki dua lapangan futsal ****ut sintetis, sehingga bisa menampung peminat lebih banyak. Dia yakin futsal akan terus berkembang. Sekarang saja PI sedang bernegosiasi dengan beberapa perusahaan yang ingin membangun arena futsal. Ada 10 arena futsal yang bakal dibangun dalam waktu dekat, tetapi Gunawan menolak menyebut nama-nama perusahaan yang bakal masuk ke bisnis futsal itu. Sementara menurut Filip, bisnis ini baru memasuki tahap pertumbuhan.

swa.co.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar