15 Januari 2010

Kungfu, Raja Beladiri Cina



'Menelusuri jejak perjalanan kungfu di Bogor terbilang sulit, lantaran sudah banyaknya guru-guru besar kungfu yang beralih profesi menjadi pedagang sejak rezim Soeharto. Memang pada jaman ini, Soeharto melarang keras segala hal yang berbau Cina. Akibatnya, perkembangan dunia shaolin kungfu di Bogor lebih lambat dibandingkan kota-kota lain, bahkan mereka masih menutup diri untuk mengaktulisasikannya.

Tapi tak guru besar yang satu ini. Julius Khang, Guru Besar Perguruan Kungfu Harimau Besi tetap bertahan dengan kepiawaiannya dalam memainkan setiap jurus kungfu. Saat Jurnal Bogor menyambangi kediamannya di Komplek Pamoyanan Sari No. 2 itu, ia tengah asik mengajar sejumlah muridnya. Secara fisik, Julius mengingatkan saya pada satu tokoh komik Kungfu Boy, yakni Chinmi.

Walau memang tampak mustahil untuk menyamai kekuatan dan stamina sang jawara dari Kuil Dairin itu, tapi nyatanya, segala jurus dan teknik yang digambarkan di komik tersebut adalah benar dalam konsep kungfu.

“Kungfu adalah satu kata populer untuk menyebutkan beladiri Cina tradisional. Akan tetapi, arti kungfu yang sebenarnya memiliki makna luas, yaitu sesuatu yang didapat dalam waktu yang lama dan dengan ketekunan yang sungguh-sungguh,” jelas Julius kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Namun, seiring dengan kemajuan dan makin terbukanya pemerintah Cina, berbagai ilmu beladiri kungfu digabung dan distandarkan menjadi suatu bentuk olahraga yang dapat dipertandingkan, yakni wushu atau disebut sebagai beladiri Cina modern. “Sehingga jurus dan teknik yang dipelajari sama semua di tiap negara. Sangat berbeda dengan kungfu yang memiliki beragam bentuk dan jurus,” terangnya.

Kungfu adalah olahraga keras (gwakang) sekaligus lembut (lweeh kang). Pada mulanya memang hadir untuk beladiri tapi seiring perkembangan, ternyata sangat baik untuk kesehatan guna memperkuat otot, tulang, dan seluruh organ dalam.

Kungfu memang diciptakan dari Cina melalui para biksu Shaolin dan tersebar ke seluruh dunia sejak ratusan tahun dan mempengaruhi seluruh aliran beladiri seluruh dunia. Di Cina, kungfu Shaolin itu dibedakan menjadi dua macam yaitu kungfu shaolin utara dan selatan.

“Dulunya, shaolin selatan mementingkan kuda-kuda dan pukulan. Sedangkan shaolin utara mementingkan kecepatan dan tendangan. Tapi saat ini, keduanya sudah bersinergi,” paparnya semangat.

Menurut pria yang juga mengajar meditasi, pernapasan chikung, dan taichi untuk orangtua ini, ada lima teknik kungfu yang biasa diajarkan kepada muridnya, yaitu teknik tangkis-pukul-tendang, cengkaraman-tangkapan-patahan-kuncian, bantingan-dorongan-lemparan, pertarungan bawah, dan pertarungan tenaga dalam. Semuanya harus bisa dikuasai. “Metode yang digunakan juga ada pertarungan jarak jauh, dekat, bergumul, dan bersenjata,” kata Julius.

Untuk jenis kungfu yang diajarkan Julius ialah Bajiquan (8 mata angin), Xingiyi (kungfu 6 kehendak), Taichi, dan Wingchun (musim semi). Alat atau komponen yang mendukung kungfu tersebut adalah si manusia kayu atau Mokyangjong.

“Karena gerakan kungfu ini tak mudah dikuasai, maka dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk mempelajarinya. Tapi jangan berkecil hati dulu, sekali mencoba, biasanya ia langsung kecanduan untuk terus mendalaminya,” tandas Julius.

jurnalbogor.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar