24 Juni 2010

Filosofi Minuman dari Cina

By: Ratih

Katakanlah minuman bir sedang berdebat dengan minuman teh. Keduanya merasa lebih penting dibanding lainnya. Bir menyatakan diri sebagai minuman yang dielu-elukan dalam pesta. Sedangkan teh merasa penting karena terlibat dalam seremoni-seremoni penting Orang Jepang dan Cina. Secara harga juga mereka berdebat bahwa diri merekalah yang paling mahal. Datanglah segelas anggur/wine yang merasa lebih unggul dari segi harga, seremoni dan tampilan. Mereka bertiga lalu tak mau kalah satu sama lain. Perdebatan yang tak ada habisnya ini diakhiri oleh segelas air putih yang renta. Mereka terdiam dan tertawa terbahak-bahak karena melihat betapa tak pentingnya si air putih yang sudah tua itu. Nampaknya tak ada kelebihan sama sekali yang bisa dibanggakan oleh segelas air putih.


“Hm...,” segelas air putih berdehem membuat ketiga minuman yang merasa penting itu terdiam.

“Aku dengar perdebatan kalian dan memaklumi sikap kalian yang tertawakan diriku. Pasti kalian senang karena melihat aku lebih tak berharga dibanding kalian yang memiliki harga mahal, bukan? Segelas air putih yang mudah didapatkan darimana saja dengan gratis.”


“O ya?” ketiganya serempak menjawab ragu, malu dan masih tersisa nada sombongnya.

“Tak taukah kalian, bahwa kalian sama sekali tak berguna di padang pasir? Hanya segelas air putih yang dibutuhkan para pengembara di gurun. Sedangkan aku, si segelas air putih amat didambakan lebih daripada apapun didunia ini bagi mereka”


Ketiga jenis minuman yang lain mengangguk-angguk, mencoba pahami penjelasan sang air putih yang terlihat bijak itu. “Jadi..,” lanjut segelas air putih itu, “setiap minuman memiliki ciri khas yang digemari oleh orang yang berbeda. Bir, kamu memang menjadi favorit di pesta hura-hura tapi tak baik untuk anak kecil. Teh, kau penting dalam seremoni tapi terasa biasa saja bila diminum di pagi hari di pelosok desa Indonesia. Wine, anda memang minuman paling mahal, tapi tak semua orang mampu menikmatimu. Jadi, setiap kelebihan kalian belum tentu dimiliki yang lain demikian juga kekurangan belum tentu ada di satu minuman saja.”


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar