19 Juni 2010

Jika Anak Buah Anda Lebih Tua

Dinamika dunia kerja yang semakin bergerak cepat, ditambah dengan persaingan yang semakin ketat seringkali jadi faktor yang mendorong percepatan kerja dan karir karyawan. Seringkali ditemui karyawan yang mampu mencapai posisi yang cukup tinggi di usia yang masih relatif muda.

Ditambah lagi dengan adanya perubahan demografik di dunia kerja. Manusia hidup dan bekerja lebih lama karena perubahan ekonomi menuntut mereka untuk terus bekerja dan menunda masa pensiun. Sebuah penelitian di Amerika bahkan memperkirakan bahwa sampai dengan 2012 diperkirakan karyawan yang berusia di atas usia 55 tahun akan mencapai jumlah hampir 20% dari keseluruhan karyawan yang bekerja.


Dalam budaya kita, seorang pemimpin yang lebih muda dari karyawannya harus bekerja ekstra keras untuk membangun kepercayaan dari mereka karena terkadang senioritas masih dijunjung tinggi. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar hubungan professional Anda dengan karyawan Anda tetap maksimal dan Anda bias memimpin mereka dengan sebaik-baiknya.

1. Jangan percaya dengan stereotype karena tidak semuanya relevan.
Anda sebagai pemimpin mungkin menilai bahwa karyawan yang lebih tua tidak memiliki keahlian yang update dan malas untuk mempelajari hal-hal yang baru sesuai dengan perkembangan jaman. Namun sesungguhnya banyak dari mereka yang tetap eager dan semangat untuk mempelajari hal-hal baru walaupun posisi mereka sudah "mentok". Senior juga terkenal memiliki segudang pengalaman yang juga berharga karena they are around longer than you.

2. Be humble.
Walaupun Anda lebih muda dan sudah jadi seorang pemimpin, Anda tidak akan bisa bekerja sendiri dan meraih target dengan maksimal tanpa bantuan mereka. Anda juga tidak bisa earn their respect kalau Anda tidak menempatkan diri sebagai seorang pemimpin yang rendah hati.

3. Akui adanya perbedaan usia.
Setelah melakukan pertemuan dengan semua anak buah Anda, adakan juga pertemuan dengan bawahan Anda yang perbedaan usianya sangat signifikan dengan Anda. Sampaikan bahwa Anda menyadari ada perbedaan usia yang cukup besar dan mengakui bahwa akan timbul hal-hal yang sedikit tidak nyaman. Namun jangan jadikan ini sebagai halangan untuk berkomunikasi dan bekerja secara profesional. Jelaskan pula bahwa Anda mengharapkan pengalaman dan pandangan karyawan tersebut akan memberikan kontribusi yang besar bagi perusahaan dan kepemimpinan Anda. Jangan sampaikan permintaan maaf, you deserve the position. Anda tidak akan dipercaya sebagai pemimpin jika Anda tidak memiliki kemampuan.

4. Terbuka terhadap saran dan kritikan.
Kelola anak buah Anda dengan rasa percaya diri, namun tetap biarkan mereka menyampaikan aspirasi mereka dan kritis terhadap pekerjaan, lingkungan kerja dan kepemimpinan Anda. Anda tidak harus mempertimbangkan dan melakukan semua saran mereka karena keputusan terakhir toh tetap di tangan Anda.

5. Saling bantu.
Lumrah orang yang lebih tua untuk menceritakan pengalaman mereka dan memberikan sedikit nasihat kepada mereka yang lebih muda. Demikian juga dengan karyawan yang lebih tua dari Anda. Namun Anda sebagai pemimpinnya juga wajib mendorong dan memfasilisasi mereka agar tetap mengupdate ilmunya, mempelajari hal baru yang berkaitan dengan pekerjaan. Mutual learning ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan komunikasi professional Anda dan anak buah Anda.


Remember! :
Janganlah orang lain menganggap Anda rendah karena Anda muda, tetapi jadilah model yang baik di setiap aspek kehidupan mereka, maka semuanya itu akan hilang ditelan waktu.

Job , Career , Jobs

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar