04 Oktober 2010

Menjual Bola Mata Hanya Demi Lunasi Biaya Rumah Sakit

Nina Halina (30), warga Jalan Sukamukti 71, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, sudah tak tahan lagi terus-menerus ditagih membayar utang biaya persalinan. Nina pun siap men jual bola matanya agar bisa membayar utang.

"Saya memang sedang bingung. Sudah tidak punya akal bagaimana bisa memperoleh uang untuk membayar biaya persalinan yang kini masih menunggak ke bu bidan dan saudara saya. Mereka terus- menerus menagih," ujar Nina saat ditemui di rumah tumpangan di Blok Puhun RT 09/03, Desa Gunung Karung, Kecamatan Luragung, Kuningan, Kamis (30/9) pagi.

Akibat kondisi kandungan yang bermasalah, yakni bayi terlilit tali ari-ari, Nina terpaksa harus mengeluarkan biaya persalinan cukup besar. Selain itu, bayinya harus mendapat perawatan di puskesmas. Jika ditotalkan, biaya persalinan dan perawatan mencapai Rp 1,2 juta.Bagi Nina dan keluarganya, utang sebesar itu sangat berat dipikul. Keadaan ekonomi keluarga, kata Nina, tidak mampu lagi untuk membayar biaya persalinan dan perawatan bayi.

Disebut sangat sederhana karena rumah tersebut sangat sempit dan kumuh. Beralaskan semen, dengan dinding tembok yang sudah bolong-bolong.

Nina mengatakan, jika kelak ada orang yang mau menerima donor matanya, dia akan sangat bersenang hati. Namun berapa rupiah yang harus diperolehnya atas donor mata tersebut, Nina mengaku tidak mematok. "Berapa pun saya akan terima. Yang penting saya bisa ditolong dan menolong orang lain juga," ujarnya.Namun karena masih ingin merawat anak-anaknya, terutama anak kedua dan ketiga yang masih balita, Nina mengatakan, hanya akan mendonorkan satu mata saja, tidak dua-duanya.

Sumber – tribunjabar.co.id

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar