05 Oktober 2010

Basket Dan Jilbab Yang Jadi Kontroversi

Asosiasi basket Swiss melarang seorang pemain Muslim mengenakan jilbab dalam pertandingan basket di kota Reitnau.Sura Al-Shawk, warga negara Swiss keturunan Irak berusia 19 tahun, membuat debutnya dalam sebuah liga basket wanita regional dalam musim baru yang akan dimulai bulan depan dan timnya, STV Luzern, telah meminta ijin agar ia dibolehkan mengenakan jilbabnya.

Namun, asosiasi Probasket Swiss pada hari Kamis mengatakan bahwa menurut peraturan Federasi Basket Internasional (Fédération Internationale de Basketball Amateur - FIBA) olahraga itu harus bersifat netral tanpa adanya simbol-simbol relijius yang dikenakan, termasuk jilbab atau penutup kepala apa pun.Sementara itu, Lina Almeena, pendiri tim basket wanita pertama di Arab Saudi, Jeddah United Sports (JUS), menyayangkan interpretasi keliru orang-orang atas hubungan agama dengan olahraga. Ia mengingatkan, dalam Islam wanita juga berolahraga, misalnya menunggang kuda, yang merupakan salah satu olahraga yang telah ada sejak zaman dulu.

Ditanya mengenai kesulitan dalam berolahraga karena pakaian yang harus sesuai dengan tuntutan syariah, ia mengatakan tidak ada masalah, "kecuali terasa sedikit lebih panas."Almeena bercerita tentang Hakeem Olajuwon yang ketika itu sedang menggalang dana untuk komunitas Muslim di Albuquerque, New Mexico. Ia ditanya mengapa penampilan terbaiknya di NBA dulu adalah ketika ia berpuasa di bulan Ramadhan. Ia menjawab itu karena kekuatan puasa

Itu sama halnya dengan pakaian kita. Kita merasa sedikit agak panas, tapi itu bukanlah faktor yang mempengaruhi permainan atau penampilan kita. Hanya sebuah keadaan yang merupakan kebiasaan bagi seseorang," katanya menjelaskan

Sumber - suaramedia.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar